Rekayasa Ulang Proses Bisnis BULOG
Dr. Dermawan Wibisono
Langkah 1: Proses Perencanaan Logistik
Langkah pertama dari perencanaan stratejik logistik adalah penentuan visi logistik. Dalam visi tersebut termasuk pengembangan secara sistematis konsensus organisasi yang berkaitan dengan masukan-masukan kunci bagi proses perencanaan logistik termasuk di dalamnya identifikasi potensi dan alternatif pendekatan logistik. Konsensus pencapaian organisasi sebagai landasan umum pola pikir organisasi. Berikutnya, visioning alternatif potensi logistik dan lingkup pengembangan perencanaan yang menyangkut semua pihak dan membuka potensi horisontal perusahaan. Konsensus dan visioning ini merupakan hal yang kritis karena menyangkut banyak pihak yang memiliki dasar dan perspektif berbeda, di mana perbedaan budaya dan praktek manajemen membutuhkan perbedaan kebutuhan dalam distribusi dan pelayanan pelanggan dan pendukung.
Langkah 2: Analisis Stratejik Logistik
Langkah kedua dalam proses perencanaan logistik adalah melakukan analisis yang dibutuhkan untuk membuat pilihan yang jitu dari sejumlah alternatif logistik potensial. Analisis stratejik seperti yang ditunjukkan dalam piramid di atas menggambarkan kerangka dari analisis stratejik.
Langkah 3: Perencanaan Logistik
Dalam perencanaan logistik, termasuk di dalamnya adalah mengarahkan analisis stratejik menjadi rencana tindakan dan program-program yang membuat perusahaan mencapai visinya. Sebagai contoh, pembuatan sistem informasi manajemen. Setelah anggaran dialokasikan untuk keperluan suatu program, maka jadwal penyelesaian dibuat dan tanggung jawab penyelesaiannya ditugaskan kepada manajer yang tepat.
Kebutuhan peningkatan sistem logistik termasuk di dalamnya meliputi :
- Peningkatan sistem komunikasi dan teknologi informasi termasuk di dalamnya pengembangan komputer terintegrasi, sistem titik penjualan elektronik, dan perubahan antar data elektronik
- Perubahan regulasi
- Peningkatan kebutuhan konsumen khususnya standar pelayanan di mana sistem logistik dipandang sebagai sisi kompetitif sebuah produk
- Kebutuhan perbaikan kemampuan finansial terutama untuk berjaga-jaga jika menghadapi tekanan ekonomi
- Pengembangan pelaku baru dengan aturan dan saluran distribusi yang baru
- Pengurangan persediaan dan ongkos yang berkaitan dengan hal tersebut melalui penentuan depo-depo yang optimal dan mengadopsi konsep Just in Time.
Faktor-faktor yang berpengaruh dalam sistem logistik, meliputi :
Faktor Eksternal :
· Keandalan moda transportasi
· Perubahan dan ketersediaan infrastruktur
· Perubahan regulasi
· Teknologi informasi
· Teknologi pemuatan unit
· Pengaruh lingkungan
· Trend industri
Faktor internal :
· Kelompok produk
· Membuat atau membeli
· Sistem penanganan material yang digunakan
· Profil organisasi
· Kelompok utama pelanggan
· Pelayanan pelanggan
· Sistem informasi
· Aliran produk
· Kebutuhan berdasarkan daerah
· Segmentasi pasar
Aspek-aspek yang berpengaruh :
Aspek pembelian :
· Pemasok mana yang sebaiknay digunakan
· Apa dampak dari penggunaan pemasok alternatif
· Haruskah pemasok dekat dengan produksi
Aspek distribusi :
· Berapa banyak depo, seberapa besar dan di mana harus ditempatkan
· Produk apa yang mesti distock dalam persediaan
· Bagaimana sistem distribusi untuk produk yang berbeda
· Bagaimana area geografis pelayanan dari tiap depot
· Bagaimana ukuran transportasi yang digunakan
Aspek lain :
· Strategi sistem persediaan
· Membuat atau membeli
· Pengembalian kontainer, pengepakan produk
Referensi :
- Cooper, J., O’Laughlin, K., and Kresge, J., The Challenge of Change, The International Journal of Logistics Management, Vol 3, 2, 1992
- Rushton, A and Saw, Richard, A Methodology for Logistics Strategy Planning, The International Journal of Logistics Management, Vol 3, 2, 1992
- Guedes, A.P., Saw, R.J., and Waller, A.G., Logistics Strategy Planning : Visual Interactive Modelling and Decision Support, in Cooper, James (ed) Strategy Planning in Logistics and Transportation, Kogan Page limited, 1993.
- Christopher, M (1992) Logistics and Supply Chain Management, Pitman, London