Sekelumit: SD di Inggris
Di England, anak masuk klas 1 SD sudah diwajibkan dapat membaca dan menulis. Padahal anak-anak ini masuk SD sangat dini sekali, umur 5 tahun. Jadi umur 3 tahun sudah masuk Nursery dan 4 tahun masuk tahap Reception. Berbeda dengan pengalaman sewaktu di Australia, dimana masih banyak anak-anak kelas 4 SD yang membaca pun masih megap-megap. Jadi biasanya anak Indonesia yang bersekolah SD di Australia menjadi champion, sekembalinya di Indonesia
…menggeh-menggeh dan banyak yang nggeblag….kalau pas jalan di tempat yang licin, maksudnya……..Eh tapi ini bener, cukup banyak sampel anak teman-teman yang bersekolah di Australia mengalami hal ini.
Di England, Nursery hanya belajar dari jam 09.00 – 12.30.Yang Reception sudah ndina muput (itu bahasa inggrisnya, bahasa jawanya fullday: 09.00 – 15.30) dengan break minum juz dan makan siang. Anak yang masuk reception, syarat utamanya sudah harus dapat mengurus diri sendiri: ke toilet, makan dengan sendok, cuci tangan, dst. Di reception ini mulai diajarkan baca, nulis, dan main komputer dengan topik sederhana (nge-print gambarnya dsb).
Beberapa waktu lalu saya membaca berita bahwa sebenarnya kurikulum pendidikan di Indonesia itu disusun dengan mempertimbangkan kurikulum di USA, Jerman dan England. Saya sempat mengamat-amati, tampaknya untuk beberapa hal memang mirip antara yang diterima anak saya di SD dengan yang diajarkan di Indonesia. Kebetulan, ada rekan yang nglungsuri buku panduan Matematika (2A, 2B, 2C dsb), dan Bahasa Indonesia yang dipakai di SD Al Azhar – Jakarta. Sewaktu saya bandingkan dengan pelajaran yang diterima anak saya, tampaknya tingkat kesulitan untuk bidang matematika hampir sama. Kalau yang bahasa Indonesia, pasti lebih sulit yang di Al Azhar itu,..karena anak saya nggak diajari Bahasa Indonesia di Inggris….he..he… guyon aja senengnya.
Secara keseluruhan materi pengajaran tidak banyak, tetapi pemahaman dan penghayatannya bagus sekali. Misalnya untuk materi science, anak-anak disuruh mengamati berbagai macam benda bergerak, ya anaknya di bawa ke taman mainan (ayunan, prosotan, kuda-kudaan, dst). Disuruh nggambar di alam terbuka (jadi gambarnya enggak melulu gunung kembar – sungai dan matahari).Dibawa ke hutan untuk menanam bibit-bibit pohon – agar cinta lingkungan. Sudah diajarkan juga penggunaan komputer dan pengenalan internet.
Ada test nasional yang meliputi English dan Math pada level tertentu: Key Stage 1 (Kelas 2) dan Key Stage 2 (lupa saya, kalau gak salah kelas 6).Yang menarik, di English test, anak ditest materi Reading, Comprehension,Writing, dan Speaking. Jadi semacam IELTS test itu. Ya pantes aja ya…orang Inggris skor IELTS nya tinggi-tinggi, lha sudah latihan duluan sejak kelas 2 SD sih……..Kita mah nunggu beasiswa ada dulu, baru latihan khan….he..he…cari alesan aja ya, orang Indonesia kalau kalah.
Hal lain lagi yang menarik adalah, jika dalam national test itu anak-anak dapat mencapai skor di atas rata-rata national, maka anak dapat lompat kelas. Jadi dari kelas 2 tidak harus ke kelas 3, langsung ke kelas 4.