Beberapa orang memberi pengaruh yang signifikan bagi terbitnya blog yang saya namai : “OPERA Dermawan Wibisono”, yang merupakan singkatan dari: Opini, PEmikiran, dan RenungAn dari saya sendiri. Orang-orang tersebut adalah Dr. Budi Raharjo, dosen Elektro ITB yang memprovokasi dan memiliki 10 blog yang beliau maintain tiap hari, Dr. Utomo, dosen SBM ITB yang mengundang Pak Budi itu dan eks teman-teman SMA 3 Semarang seperti Setiyadi yang jadi ketua LKers (Kelompok Penggemar Leo Kristi) dan rajin berbagi cerita, Doliek yang rajin mengirim email dan berbagi jokes di milist, Tuning, Ratna, Yani, Younsel, dan Maria yang mau membaca apa saja yang kita tulis di milist dan masih banyak lagi yang lainnya.
Semula ada keraguan untuk menulis blog, sama seperti keraguan saat saya ingin menulis fiksi. Hal ini dikarenakan profesi saat ini sebagai dosen di ITB yang menurut orang awam sudah kadung dipersepsikan sebagai orang yang harus serius, jaim, sangar, killer, teguh, tegas, tak boleh mengeluh, dan bisa segala rupa.
Tapi dosen kan juga manusia, punya rasa dan punya hati, yang ada sisi lain dari sekedar sisi akademis. Kata populernya sih sisi IQ, EQ dan SQ nya juga perlu muara bagi segenap ide yang menggumpal di kepala, hati dan mengalir di sekujur pembuluh darah. Jadi dengan mengucap Bismillah, saya menulis di blog ini dengan nawaitu just for sharing, not to offense the others.
Blog ini hanya akan berisi hal-hal yang ringan saja, sharing informasi dan saling memperluas dan memperkaya cakrawala. Tidak dimaksudkan untuk menyerang siapapun. Akan ada beberapa kategori, di antaranya: ringkasan paper ilmiah, summary buku, opini, humor, wisdom, pendidikan.
Selamat membaca.
Selamat ngeblog pak… waahhhh “virus”nya Pak Budi ampuh juga ternyata. Saya yang duluan kalah content nih…, kalah bobot, kalah keren…. heheh..
oya makasih juga pak sudah menyempatkan diri jalan2 ke blog saya.
salam
assalamualaikum,,
salam kenal bwt bapak alumni TI yg sekarang jadi dekan (dkan bukan yah?) di MBA.
dari wong TI ITB yg pengen belajar rekayasa manajemen
Wa’alaykum salaam wr. wb,
Salam kenal juga dik Dhimas. Bukan Dekan, kalau di Dekan di level Sekolah/ Fakultas kalau di level Prodi ya Kaprodi. Begitu, masak to orang dalam ITB kok nggak paham tentang struktur ITB…….
Pak Dermawan alumni SMA 3 Semarang juga????
Betul, apakah Mas Bijak juga dari sana? saya angkatan 1984
Buat p Dermawan W,
maaf ya kalau mendahului ijinya. Tulisan ttg Mengukur kinerja Penda, saya postingkan ke Blog saya di http://www.daerah-bangkit.co.cc tetapi belum minta ijin.
Untuk itu, sekarang saya minta ijin bila diperkenankan. Bila ternyata tdk diperkenankan,tolong segera infokan, dan segera pula akan saya ‘hapus’.
terimakasih…..
salam, guritno
Silahkan, disharing apa-apa yang ada di blog ini, jika memabwa manfaat
Salam Pak Dermawan,
Saya kagum dengan novel 3G (dan filmnya) – meski baru baca sinopsisnya saja.
Besok akan segera mencari novelnya deh.
Selamat…!
angger.
“Hal ini dikarenakan profesi saat ini sebagai dosen di ITB yang menurut orang awam sudah kadung dipersepsikan sebagai orang yang harus serius, jaim, sangar, killer, teguh, tegas, tak boleh mengeluh, dan bisa segala rupa.”
Tinggal pakai kostum denga huruf S besar di dada Pak
. Selamat berkarya, selamat atas novelnya…
Salam
POpop
Blogging competition compfest2011, pendaftaran gratis, berhadiah total jutaan rupiah. Info lebih lanjut di http://compfest2011.com/?id=b , thanks