Saya alumni Teknik Industri ITB, angkatan 84, masuk ITB lewat jalur tanpa tes dari SMA 3 Semarang. Jenjang S2 didapat dari Master of Engineering by Research di bidang Manufacturing Systems Management dari RMIT Australia, lulus 1998 dengan beasiswa dari AIDAB-Australia grantt (sekarang AusAid). Alhamdulillah dapat PhD di bidang Performance Management dari University of Bradford Inggris, lulus 2003, dengan beasiswa dari Islamic Development Bank, Jeddah-Arab Saudi. Sebelum menjadi dosen di ITB saya bekerja di Astra group selama 18 bulan.
Di ITB semula menjadi dosen di Jurusan Teknik Industri dari 1991-2003. Pada 31 Desember 2003, bersama dengan 9 dosen ITB yang lain, ditugasi oleh Rektor ITB Dr. Kusmayanto Kadiman (saat ini Menristek) membidani lahirnya Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB. Sejak Januari 2006-Agustus 2009 menjadi Ketua Program Study MBA ITB, di mana program MBA ITB ini cikal bakalnya didirikan oleh guru saya yang paling saya kagumi, yang arif dan bijaksana, Prof. Matthias Aroef. Sejak Agustus 2009 menjadi Dekan School of Business and Management ITB sampai sekarang



Ass.Wr.Wb.
Bravo Mr. DR Ir Kadir ee Dermawan Wibisono.
Semoga blog ini bisa bermanfaat.
Was D
Wah selamat berblog ria pak. Pasti nanti tulisan di blog ini jadi buku lagi nih.
Saya sejauh ini baru bisa curhat dengan blog, belum kepada orang lain. semoga bisa niru pak der dengan buku-bukunya.
Thanks kepada Doliek dan Bang Mursyid yang telah memberi komentar. Karena media masa sudah mulai terkooptasi oleh aliran dan kelompok, tampaknya blog menjadi alternatif penyaluran ide dan uneg-uneg.
Komentar dari semua kawan akan sangat menggembirakan dan memacu semangat untuk berbagi.
Salam balik, Mas Dermawan. Terima kasih atas komennya di blog saya. Btw, kenal nggak dengan kakak saya, Dia juga angkatan 84. Namanya Ahmad Yani Abdullah. Dia sempat kuliah Farmasi UGM tapi nggak sempat lulus. Kenal dengan Heni Rahmawati nggak? Dia dosen Farmasi ITB, dia juga udah Ph.D. Sauya satu angkatan dengan dia di SMA. Kalau ketemu salam buat Dia.
Kalau dengan kakaknya Fajar, Ahmad Yani, lupa euy. Kalau dengan Heni, kenal banget karena dulu Alste sering ngumpul, dan dia dapat beasiswa PhD nya setahun setelah saya dari IDB juga. Dari SMA 3 Semarang yang jadi dosen di ITB ada 5: Budi (TA 83), saya (TI 84), Heni (FA 88), Totok (Mesin 87) dan satu lagi saya lupa di TA, angkatan 90 an. Tapi alumni yang paling ngetop sekarang Sri Mulyani dan Bondan Winarno ya…
pak dermawan, terima kasih berkunjung ke blog saya ..
tentu senang sekali jika satu hari bisa kembali ke “kampung halaman” di TI ITB atau SBM dan berbagi cerita ke adik-adik mahasiswa. postdoc saya di sini sudah selesai juli ‘08. per agustus ‘08 saya menjadi staf peneliti di MBS di bidang KISA/KIBS (knowledge intensive services/business services) – khususnya melihat bagaimana peran organisasi non pemerintah (ornop/CSO/NGO – di sini disebut third sector/voluntary sector) dalam me”reshape” bisnis, khususnya me”reshape” consumer’s demand (fair trade product, green product, zero carbon product, socially responsible investment, CSR, dll). saya mungkin balik ke tanah air sekitar 2-3 tahun lagi. tapi kapanpun SBM mengundang saya, akan coba saya penuhi (terutama kalau flightnya dibayari … hehehehhee ….)
salam,
y
Salam kenal Pak.
Dulu pernah mengajar saya cuma sebentar, entah itu di STTTel atau pas praktik di ITB. Belakangan saya agak linglung nih.
Yang saya inget waktu itu, dikasih tau sama kakak kelas, itu pak Dermawan satu alumni kita, sama2 dari Alste.
Saya Alste 92.
Begitu ceritanya…
Sukses untuk blognya Pak, baru tahu sekarang.
Tak link ya, dari senior Alste
Salam kenal juga Dik Wisnoe. Jangan linglung, masih muda kok. Tampaknya kalau di tahun itu (92 an) pas saya ke STTTelkom. Sekarang kerja di Telkom? ditempatkan daerah mana? Kalau 92 berarti di STTTelkomnya angkatan ke 2 (?). Dengan beberapa alumni angkatan I, sempat bareng saat mengambil S2 di RMIT Australia.
Okey, sukses selalu
Yup, angkatan kedua ataw angkatan 7.
Berarti bener kan. Tapi kok STTnya ga ada di biografi.
(mode protes : on)
Sekarang saya masih wira wiri di seputaran divre4 aja.
Pak .
Kemarin jenuh di Brunei di tengah laut menanti chopper yang ga bisa terbang gara2 laut china selatan badai.
Browsing2 nemu blognya bapak… Wuiess mantap iki tenan.
Kehidupan di sini keras pak, lebih nyaman di 309. hehehe. tapi ya seperti filosfi mbabat alasnya bapak, buka jalan untuk masa depan.
Bukunya mbunded nih pak, tapi mudah2an i can do it ya pak.. mbunded karena program dari kantor aga2 high preassure dan sepertinya butuh konsentrasi prima untuk bisa survived di industri ini.
Sure i will finish it pak as always.. hehhehehe
Ardito Umar Mediatma
Mandor – Total Deep water BN
SElamat berkelana Ar., tampaknya sudah jajah projo milang kori. Kali waktu dapet SMS mu dari Congo, lain waktu di Brunei, terus ke Afrika yang lain lagi.
Tentang buku, kira-kira, akhir tahun ini sudah ada bentuk yang lebih jelas?
Kalau memang tidak sempat, karena di tengah laut terus, biar saya teruskan sendiri dengan Hadi. No problem kok.
Salaam buat keluarga
Prof. Rushami dari Malay berniat sabatical leave ke SBM tahun depan, kamu dicari tuh…….
Dear pak.
maklum orang service, mesti pura2 tenanan.
Well, 8 bulan ini saya kebetulan dapet overseas, mulai dari asisten sampai sudah mandor. alhamdullilah. kerasnya kerja ama bule dia liat total football nya kita. kalo ga total ya… ga bisa kerja di total..
Sampai akhir tahun saya optimis buku sudah lebih rapi.
Saget pak,buku sejak 1 bulan ini sudah mulai re braining lagi. susah dulu begitu menguasai materi, belajar hal yang baru truss total di kerjaan otak jadi blank…… now sudah slow down and i will try my best..
flow of life sudah stabil, kerjaan juga sudah ritmik, tentunya ada space untuk poject kita..
Prof Rushaimy.. boleh nanti kita sowan sama2 ke malay yuuk pak. reunian.
atau ke bandung deh pas beliau sowan..
best regard.
ditt
Salam kenal Pak Darmawan
Saya M94 plus ADS scholar juga.
Sila singgah di blog saya kalau sempat.
Wassalam
boed | http://budihartono.wordpress.com/
Hebat euy blognya. Semoga program MBA-ITB makin berjaya dan MBA ITB Business review nya makin laku.
Salam,
Wawan
Hey, apa kabar Aussie Man,
Ya, MBA ITB Business Review rencananya akan dijadikan sebagai wadah bagi yang akan beramal dalam ilmu dan juga menjadi ajang best practices dalam bidang bisnis, manajemen maupun leadership. Next column yang ingin dicreate adalah ‘The next Rising Star’, baik di level lokal maupun nasional untuk memunculkan para tokoh muda yang inspires dan patut mendapatkan kepercayaan. Syaratnya, tokoh yang terjamin kredibilitasnya dan non partisan (apa ada ya?). For the next 10 years of our nation future. Problemnya…….perlu kontribusi dari teman-teman sekalian…….Ditunggu, best practice dari Aussie atau dari manapun yang bisa kita petik dan jadikan tauladan.
Salam kenal juga Mas Boed sang alumni M94 dan Aussie.
Tampaknya kita masih dalam satu ’spec’ keilmuan. Jadi in the next future terbuka untuk isi dan memperluas network dan cakrawala ya. Ditunggu sharingnya daru Singapura, kirim ke MBA ITb Business Review apa-apa yang dapat dishare ke Indonesian: benchmarking, Insight, best practices, dan sebagainya. Kirim aja ke dwibisono@sbm.itb.ac.id. Terima kasih sebelumnya.
salam kenal ..meski saya orang yang suka sekali berdebat dengan anak2 ITB tentunya dalam hal ide dan pola pikir salut buat pembimbingnya ..semoga sukses
Salam kenal juga, ’superman’, terima kaish telah berkunjung dan greetings. Sukses selalu dan jabat erat
sekarang jadi tahu kalo Orang Arab tampaknya suka kalau kita pakai pakaian mereka seperti kita bangga orang bule pakai batik.. lain kali kalo kesana lagi pake seperti bapak darmawan.. hehe salam dari lombok pak..
Betul, silahkan dicoba, bahkan saat di bandara waktu kepulangan, petugas di Bandara sampai membetulkan dan merapikan saya memakai kafiyah tersebut dan disuruh lewat detektor saja, tanpa dicheck bawaan tasnya (padahal yang lain dicheck). Tapi tentu harus ditambah dengan….senyum… kepada mereka.
Barusan hari ini aq ngeliat lagi temenku yg baik n rendah hati ini (NIMnya kalo nggak 7594308 ya?) dgn blognya yg apik tennannn. Tambah keren aja… Dan salut deh dengan apa yang telah coba disumbangkan untuk ex almamater dan nusantara. Ditunggu lho penayangan film 3G-nya. Mudah2an tetap selalu ingat ke Atas, ke samping, dan ke bawah….
Cheers …(7584067)
Hai Gusty, apa kabar nih? sekarang kerja di mana? setelah dari Gajah Tunggal itu.
Tinggal di Jakarta?
Udah masuk milist TI84 atau ITB84 belum, kayaknya mau ada reuni tahun 2009 ini.
Cheers kacang buncis…!
Hola juga…
Setelah dari Branta Mulia (bukan Gajah Tunggal) aq sempat di Jambi; kemudian berlari ke Bekasi (di Toshiba) dan saat ini (sdh hampir setahun) balik lg ke Makasar. Mungkin ntar lagi ke Bekasi…
Aku sdh terdaftar di milis TI84 kok.. Makanya tau blog ini jg pas kemarin iseng2 buka email yahoo-ku (yg jarang sekale aku buka; krn aku lebih suka buka yg hotmail).
Cisitu lama banyak kenangan
Kawan lama jangan dilupakan
Lihat mas Wibi tampil elegan
Jari dan jempol patut diacungkan…(he…he pantun maksa)
Tapi btw, emang lebih keren tanpa bewok sih…
Sukses yaaa…..
**Nggak pake cheers ah…ntar harus makan kacang buncis lage…he..he
Kok pindah-pindah terus? termasuk yang pembosan dan suka tantangan baru ya? Jadi sekarang jalur ekspertise yang ditempuh di bagian apa dan perusahaan apa nih?
Reuni nanti datang ya? 25 tahun gak ketemu. Lamajuga ya
weh…. untung ada formalnya, pangling
Hastu, apaka kabar Pak Filsuf kita ini?
Permisi pak dermawan, saya mendapatkan referensi dari rekan saya yang berada di SBM ITB MBA..
Saya ibnu Ranumarsaid dari Sekolah Tinggi Sandi Negara. Bidang minat manajemen.
Saya semester depan akan mempersiaplan ICP TA pak. Nah rencananya saya akan mengukur kinerja STSN (institusi pendidikan saya) menggunakan metode Balanced Scorecard. Apakah sekiranya Bapak bisa membantu saya ?
Terima kasih sebelumnya ya Pak….Sukses terus….
wAH Anak Bpak lucu-lucu….mirip papanya…hehehe…maaf ya pak
Mas Ibnu,
Insya Allah saya bisa bantu.
Sebagai overview, kalau mau menggunakan BSC untuk institusi Pendidikan, biasanya letak perspektifnya dibalik (finansial yang paling bawah) dan ada beberapa aspek yang tidak terwadahi.
Kalu ingin yang lebih cocok, bisa gunakan framework yang saya introduce yaitu Integrated Performance Management System yang tertera dalam buku Manajemen Kinerja: Konsep, Design dan Teknik Meningkatkan Daya Saing Perusahaan, terbitan Erlangga, 2006. Ada di Gramedia kok….
Bukan promosi lho ya, tetapi selama ini memang ada missing link dengan BSC tersebut untuk non profit organisation apalagi untuk pendidikan (ajustment nya terlalu banyak dan agak ‘maksain’). Jadi lebih baik pakai produk dalam negeri saja….
selamat pagi pak dermawan.
Ow….gitu yah Pak, ok, nanti saya beli bukunya dulu deh….
Promosi ?? ahahaha, ngga kok pak, tenang aja, saya paham, orang bisa nonton XXI, masak cuma beli buku ngga direla-relain sih….
Saya baca dulu ya pak, mungkin saya boleh tau email dan no hp bapak. Nanti saya hubungi, kalau saya sudah membaca buku Bapak.
O iya pak sekedar info. Saya sekolah di Sekolah Tinggi Sandi Negara, sebuah perguruan tinggi kedinasan seperti IPDN. Apakah bisa ‘produk’ Bapak tersebut diterapkan dalam institusi pendidikan yang dimiliki oleh pemerintah ini Pak?
Terima kasih
“Cheers kacang buncis, (ada tambahannya pak), ecrek”
Insya Allah bisa untuk berbagai lembaga baik profit maupun non profit. Termasuk institusi pendidikan.
Email saya: dwibisono@sbm.itb.ac.id Mo. Hp. 0813 205 29603
Semoga sukses dan terima kasih atas infonya ya Pak…