Feeds:
Pos
Komentar

Archive for September, 2009

Kompas, Kamis, 3/9/2009 KOMPAS/DAHONO FITRIANTOJAKARTA,

KOMPAS.com – Dari nama belakangnya saja, orang pasti sudah mafhum bahwa aktor Restu Sinaga, adalah pria berdarah Batak. Tapi, jangan sekali-sekali mengajaknya berbincang dalam bahasa Batak. Dijamin, Restu bakal dibuat tak berdaya. Restu mengamini hal itu. Katanya, sejak kecil ia sangat jarang berbicara menggunakan bahasa tanah leluhurnya. “Ibu saya orang Thailand, jadi kalau ngobrol di rumah ya pakai bahasa Inggris. Jadi jarang sekali bicara pake bahasa Batak,” kenangnya ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, baru-baru ini. Makanya, ketika tawaran untuk memerankan pria Batak–tentunya dengan logatnya yang khas–datang kepadanya, jebolan Sarjana Ilmu Bisnis dan Administrasi Universitas Oregon, Amerika Serikat itu, justru merasa tertantang. “Secara gue enggak bisa bahasa Batak, nah sekarang gue justru dituntut untuk bisa ngomong Batak, minimal logat-logatnya lah,” katanya. Kemampuan Restu akan dijajal lewat film terbarunya, Bahwa Cinta Itu Ada, yang akan disutradarai musisi, aktor dan pedalang Sujiwo Tejo. Restu dipercaya memerankan satu dari enam tokoh utamanya. “Gue akan memerankan karakter Poltak, mahasiswa dari Pematang Siantar. Pas banget, karena bokap gue juga dari Pematang Siantar,” ujar penyuka sushi, yang pernah membintangi sejumlah film seperti I Love You Om, Cinta Silver dan pertunjukan drama Nyai Ontosoroh itu. Selain Restu, di film yang diangkat berdasarkan novel Gading-Gading Ganesha karya Dermawan Wibisono itu, juga melibatkan aktris senior Nurul Arifin, Dennis Adiswara, Alena, dan Rizky Hanggono. Ahad (6/9) besok, rencananya shooting perdana akan mengambil lokasi di Sawahlunto,

http://www.21cineplex.com/slowmotion/ariyo-wahab-syuting-film-ketujuh,930.htm Share |

Ariyo Wahab, yang awalnya dikenal sebagai penyanyi, tampaknya akan makin sibuk terjun ke dunia akting. Setelah film terakhirnya King ditahun ini bisa dibilang sukses, Rio kembali bermain di film terbaru arahan sutradara Sujiwo Tejo, 3G (Gading-Gading Ganesha) Bahwa Cinta Itu Ada. Pertama kali terjun ke dunia akting lewat Biarkan Bintang Menari sebagai pemeran utama, Rio ketagihan dan hingga kini sudah 7 film ia bintangi. Namun bukan berarti ia melupakan musik, saat ini Rio memiliki band baru bersama Nugie, Pongki Jikustik dan Baim yang mereka beri nama The Dance Company. Di band ini dirinya kembali menjadi seorang vokalis. Di film terbarunya ini Rio akan bermain sebagai Slamet Kartono seorang anak desa yang berhasil kuliah di salah satu kampus terkemuka di Indonesia. Awalnya Rio akan memerankan tokoh Gun-gun, namun kemudian peran ini jatuh kepada Denis Adhiswara yang dikenal lewat peran Mamet di film Ada Apa Dengan Cinta. Tokoh slamet di film ini sangat menantang, hal ini dikarenakan sangat berbeda dengan karakter kesehariannya. Ditambah lagi, film yang berlatar belakang tentang kampus ITB dan kehidupan didalamnya ini, Rio yang lulusan fakultas hukum universitas Atmajaya akan berperan sebagai mahasiswa jurusan tekhnik industri. Dia juga menambahkan ingin mendapatkan karakter yang berbeda dengan dirinya karena bisa memperkaya dirinya. Sebelumnya Rio sudah banyak mendapat tawaran untuk main film layar lebar. Namun ia mengaku, termasuk aktor yang pilih-pilih peran. “Salah satu alasan aku mau bermain di film ini dikarenakan ceritanya sangat bagus dan sangat inspiratif, selain itu film ini disutradarai oleh Sujiwo Tejo yang menurut aku sangat ‘’gila’’ gila dalam artian bagus dengan cara penyampaiannya ke kita sangat enak dan lebih mengena apa yang diinginkannya, selain itu kita tahu dia juga adalah salah satu budayawan yang terkenal di Indonesia” ujarnya di syukuran film 3 G di Jakarta 01/09. Film yang diambil dari novel karya alumni ITB Dermawan Wibisono ini rencanaya akan mulai syuting tanggal 7 September ini dan akan mengambil lokasi di Sawahlunto, Sumatera Barat dan tentunya, Bandung. Di film ini juga hadir aktris senior seperti Nurul Arifin. Selain itu ada juga Alex Abbad, Denis Adhiswara, Restu Sinaga, dan Rizky Hanggono dan 3 pendatang baru yaitu Eva Asmarani, Alena dan Reyna.(deri) Salam, Berikut dikenalkan beberapa pemeran film 3G Gading Gading Ganesha, Bahwa Cinta itu ada yg diambil dari beberapa pers hasil pers conference minggu lalu di kantor ikatan alumni ITB JKT. Diharapkan karakter ini bisa menggambarkan berbagai angkatan. Mudah-mudahan karakter kepeloporan, kejuangan, kecintaan ditambah kebersamaan akan menjadi karakter kebanggaan ITB. 6 tokoh dari berbagai etnik diharapkan menggambarkan sebagian mahasiswa ITB.

Pikiran Rakyat, 6 September 09

Eva Asmarani Nurbaya, Peran Utama di Layar Lebar (pemeran RIA) DUNIA akting bukan hal baru bagi Eva Asmarani Nurbaya. Namanya sudah beredar cukup mapan di panggung sinema elektronik (sinetron) dan iklan. Namun demikian, mojang Kuningan yang numpang lahir di Ciamis, 9 Oktober 1984 itu belum pernah menjajal kemampuan aktingnya di layar lebar. Oleh karena itu, ketika mendapat kesempatan casting film berjudul “Bahwa Cinta Itu Ada”, targetnya sederhana, cukup sebagai peran pembantu. Rupanya, level ekspektasi yang dipatok Eva terlalu rendah. Bukannya peran pembantu, dalam film yang ber-setting Kampus ITB dan diangkat dari novel karya Dr. Dermawan Wibisono berjudul 3G, Gading Gading Ganehsa itu, Eva malah dipercaya jadi pemeran utama. Eva harus memerankan karakter Ria, yang menjadi sentral dalam film arahan sutradara H. Sujiwo Tejo tersebut. “Tujuan saya ikut casting sebenarnya cuma kepingin jadi peran pembantu. Walau hanya tiga scene, tapi itu sudah saya syukuri. Akan tetapi, apa boleh buat, saya malah diterima sebagai pemeran utama. Tentu saja saya sangat senang, main pertama kali di film layar lebar langsung dapat peran utama,” kata Eva saat ditemui di Kantor Ganesha Creative Industry di Taman Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (1/9). Memerankan karakter Ria yang tomboi, saklek, dan tegas, menuntut Eva bekerja ekstrakeras. Hal itu disebabkan karakter Ria sangat berbeda jauh dengan keseharian Eva. “Sungguh, ini tantangan yang sangat berat, tapi aku harus bisa menjalaninya sebaik mungkin. Aku setiap hari melakukan reading, dan alhamdulillah akhirnya bisa juga,” kata Eva. Dalam film tersebut, Eva mendapat lawan main aktor-aktor yang sudah mapan, seperti Aryo Wahab, Restu Sinaga, Denis Adiswara, Rizky Hanggono, dan Alex Abad. Sementara itu, jajaran aktrisnya juga tak kalah hebat karena terdapat nama-nama yang sudah beken dan tak diragukan lagi kapasitas aktingnya, seperti Nurul Arifin, Niniek L. Karim, dan Ine Febrianti. Kisahnya sendiri ber-setting dunia kampus di ITB pada tahun 1980-an. Tokoh sentralnya adalah Ria, seorang mahasiswi ITB yang berpenampilan tomboi, slengekan, dan tegas. Ia harus terlibat cinta segitiga dengan dua laki-laki, yakni Slamet (Aryo Wahab) dan Benny (Rizky Hanggono). Namun, cinta Ria selalu dipendam, bahkan hingga dua puluh tahun kemudian, saat ia lulus dari kampus, Ria tetap menjalani hari-harinya sebagai perawan tua. Bahkan, ketika ia harus bertemu kembali dengan Slamet. “Menurutku, cerita film ini sangat menarik, terutama jalinan kisah cinta segitiga antara Ria, Slamet, dan Benny. Di dalamnya ada proses pembangunan karakter yang bertumpu pada nuansa romantika cinta,” kata Eva. Pemeran sinetron “Lupus Milenia” yang lulusan Diploma Tiga Pendidikan Universitas Pakuan Bogor ini mengaku, mendapatkan peran utama dalam film layar ibarat mimpi. “Saya tidak menyangka bisa mendapatkan posisi sebagai pemeran utama,” katanya dengan wajah bersinar. Eva sendiri secara jujur belum mengetahui secara persis bagaimana karakter sutradara, H. Sujiwo Tejo. Namun, hal itu bukan persoalan mendasar karena sebagai pemain tugasnya hanya berakting sebaik mungkin. “Tentunya kalau ada yang kurang, aku harus banyak bertanya kepada beliau karena beliau adalah sutradara film yang saya bintangi,” ujarnya. Rencananya, shooting film tersebut akan mengambil lokasi di sejumlah tempat yang berbeda. Tanggal 6 September, Eva harus berangkat ke Sawalunto, Padang, Sumatra Barat. Di sana ia harus shooting selama empat hari. Kemudian pindah ke Jakarta, lalu Bandung. “Shooting di daerah orang enggak jadi masalah, apalagi aku mendapat dukungan penuh dari mama,” ujar Eva. Kini, setelah berkiprah di panggung sinetron, FTV, dan iklan selama sepuluh tahun, Eva mulai menapaki langkahnya di layar lebar. Tentu saja, untuk mencapai itu semua Eva tak mendapatkannya dengan cara mudah. Butuh kerja keras, kesabaran, dan sedikit peruntungan. “Tentu saja, selain tetap bekerja keras dan berusaha, kita juga harus mendapat dukungan dan restu orang tua. Tanpa dukungan orang tua, kesuksesan yang kita raih tidak akan banyak manfaatnya,” ujar anak pasangan Aa Sudirman dan Een Nur ini mantap. Kita tunggu saja kiprah sang mojang Kuningan ini. (Munady)***Penulis: Back Nurul Arifin Rindu Dunia Akting (Pemeran Dosen ITB) SELAMA satu dekade terakhir, nama Nurul Arifin seolah hilang dari dunia hiburan tanah air. Maklum saja, sejak terlibat aktif dalam dunia politik, artis yang pernah tampil seksi dalam film “Hati Yang Perawan” (1984) itu, praktis meninggalkan ingar bingarnya layar lebar. Oleh karena itu, kembalinya artis yang sempat mendapat julukan salah satu bomb sex perfilman Indonesia itu, akan menjadi pengobat atas kerinduan banyak fansnya. Nurul akan kembali mempertontonkan kemampuan aktingnya dalam film drama terbaru arahan sutradara H. Sujiwo Tejo, “Bahwa Cinta Itu Ada” yang baru mengawali proses pengambilan gambar di Padang, Sumatra Barat, pada 6 September ini. Tentu saja, penampilan Nurul tak seseksi dulu, karena ia harus berperan sebagai seorang dosen dan ibu rumah tangga. “Sebenarnya tawaran untuk bermain film atau sinetron itu banyak. Tetapi, saya selalu menolak. Nah, kalau tawaran dari film ini saya nilai cukup menantang, makanya saya mau kembali ke dunia akting, hitung-hitung melepas kerinduan tampil di depan kamera,” kata Nurul saat ditemui di Taman Patra Kuningan Jakarta Selatan, Selasa (1/9). Apalagi, menurut perempuan kelahiran Bandung 18 Juli 1966 ini, produser film tersebut, Budiyati Abiyoga, sudah cukup dikenalnya. Demikian pula dengan sutradara Sujiwo Tejo, yang merupakan teman dekat Nurul. “Aku merasa lebih nyaman tampil bareng dengan orang-orang yang sudah aku kenal. Kebetulan Bu Abiyoga dan Mas Tejo sudah kukenal dengan baik. Kalau bekerja dengan orang lain, bisa-bisa aku teralienasi karena sekarang sudah bukan generasiku lagi,” ujar istri dari Mayong Suryolaksono ini. Film “Bahwa Cinta itu Ada” diangkat dari novel 3G, Gading Gading Ganesha karya Dr. Dermawan Wibisono. Skenarionya ditulis Arya Gunawan dan Tayalika. “Jujur saja, aku sibuk dengan urusan politik dan ingin full di politik. Akting sudah bukan duniaku lagi. Tetapi, tawaran Bu Abiyoga sangat menarik dan aku sulit menolaknya,” ujar Nurul. (Munady)***

Ariyo Wahab Lebih Banyak Main Film (pemeran Slamet dari trenggalek) MENSEJAJARKAN dua profesi memang tidak mudah, yang ada kemudian adalah harus menjalani satu-satu atau kombinasi keduanya. Ariyo Wahab melakukan hal itu. Ayah dari tiga anak ini tengah mencoba menjalani antara main film atau sinetron dan dunia menyanyi. “Kalau mau jujur, sekarang ini justru lebih banyak tawaran main film daripada nyanyi,” kata salah seorang personel grup The Dance Company yang melesat lewat lagu “Papa Rock N Roll” ini saat ditemui di Taman Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (1/9). Pemeran “Biarkan Bintang Menari” ini mengatakan, dua profesi yang disandangnya sebagai pemain film dan penyanyi memiliki kepuasan masing-masing. “Memang sih, dua bidang itu kalau mau milih, aku ambil akting. Entah kenapa lingkungan film dan musik sangat berbeda. Meski sama-sama menyukai seni, tetapi atmosfernya yang membuat kita betah berada di lingkungan film,” ujar ayah dari Kyra Wahab (7), Jaimie Wahab (3), dan Sabine Wahab (2). Belakangan, pria yang menyukai akting ini ikut tergabung dengan rekan-rekan lainnya, seperti Nugie, Baim, dan Ponky. “Kesebersamaan di The Dance Company membawa saya pada kesibukan musik grup band, kalau sebelumnya saya penyanyi solo.

Read Full Post »

Kick off Film Gading-Gading Ganesha Bertempat di kantor Ikatan Alumni ITB Jl. Patra Kuningan II/ 16 Jakarta, Selasa 1 September 2009, dilakukan tumpengan sebagai tanda kick-off dimulainya shooting film Gading-gading Ganesha. Yang meresmikan kick off tersebut adalah Rektor ITB. Dalam launching tersebut diperkenalkan aktor pendukung film dan press conference dari 20 media massa. Shooting di ITB, insya Allah akan dilakukan pada tanggal 25-29 September 2009 (shooting terakhir, untuk lokasi yang lain seperti Sawahlunto dan Jakarta dilakukan mulai tanggal 7 September 2009 ini) Dalam konfirmasinya yang lalu, jika Pak Jero Watjik masih lanjut sebagai menteri Pariwisata, maka beliau akan mengusahakan gala premier film ini di bulan Desember 2009 bersama dengan para anggota kabinet baru dan Presiden. Pendukung film tersebut adalah: Ariyo Wahab (Slamet), Eva Asmarani (Ria), Rizky Hanggono (Beny), Alex Abad (Fuad), Restu Sinaga (Poltak), Denis Adiswara (Gun Gun), Nurul Arifin (Bu Myra), Marini (Mama Benny), Astrai Rasyid, Arbain (Ayah Slamet), Alena, Rizky Karvosky, Ine Febrianti, Widyawati. Yang menarik, yang jadi Pak Dhe nya Slamet adalah Prof. Adang Suwandi – Dekan Elektro & Informatika ITB.

 

Rtis Pendukung

Rtis Pendukung

Read Full Post »