Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘dunia’

Mengguncang Dunia Fisika dengan Al-Qur’an

Selasa, 29 November 2011 09:42:36 WIB

Sosok Mengenang Abdus Salam, Pemenang Nobel Bidang Fisika 1979 flickr.com Abdus Salam (kiri) ketika menerima hadiah Nobel Prize Bidang Fisika dari Raja Gustav (Swedia), 1979 Kaum muslim layak berbangga atas prestasinya. Ia telah mengguncang dunia dengan teori fisikanya. Ia juga telah mengangkat harga diri masyarakat Islam dan dunia ketiga. Meski di negerinya sendiri ditelantarkan, ia tak kecil hati. Dunia fisika terus ia geluti. Dunia sosial tak lupa ia cicipi. Ia bukanlah tipe intelektual yang tinggi hati. Kerja kerasnya berbuah. Ia berhasil menciptakan teori yang membuat orang terperangah. Penghargaan Nobel Fisika pun ia terima sebagai anugerah. Dialah muslim pertama peraih Nobel Fisika sepanjang sejarah. Sosok fenomenal itu bernama Abdus Salam. Ia dilahirkan pada 29 Januari 1926, di Jhang, Pakistan. Ayahnya, Hazrat Mohammad Hussein, adalah seorang pegawai Dinas Pendidikan. Keluarganya dikenal alim dan saleh. Sejak kecil, Salam diajar dalam tradisi pendidikan yang kuat. Ia dikenal cerdas dan cepat mengingat. Suatu ketika, Hussein pernah bermimpi. Ia melihat Salam menaiki pohon yang sangat tinggi. Ketiga ditegur, Salam meyakinkan: “Don’t worry”. Ia terus naik sampai tak kelihatan lagi. Hal ini nampaknya menjadi tanda. Salam mempunyai kemampuan yang luar biasa. Dan demikianlah adanya. Hampir tiap malam, ibunya membacakan doa kepada salam dan saudaranya. Suatu ketika, ia diinterupsi Salam. Salam mengatakan, ia sudah tahu dan hafal. Tak perlu baginya diulang-ulang. Akhirnya, ibunya sadar. Salam mempunyai kemampuan fenomenal. Salam dengan mudah dan tepat menghafal keseluruhan surat al-Quran. Ia masuk sekolah dasar di Jhang dalam usia 6 tahun. Namun, sungguh mencengangkan. Ketika dites, Salam menunjukkan kecerdasan yang tak diragukan. Kepala Sekolah pun langsung menyuruhnya masuk kelas empat. Di sini, Salam tak menemukan kendala berat. Meski dicampur dengan siswa yang lebih tua darinya, ia tetap mengkilat. Atas keajaiban anak ini, Hazrat Hussein yakin, sekolah lokal tidak akan cukup menampungnya. Ayahanda Salam pun berusaha sekuat tenaga untuk mengirim Salam ke sekolah negeri yang lebih mumpuni. Sebab itu, Salam dikirim ke Lahore, 1938. Kota ini terkenal karena mahakarya di bidang arsitektur Muslim abad pertengahan. Di sana, Salam banyak belajar dan menemukan hal baru yang tak ada di desanya. Lampu listrik adalah contohnya. Ia sangat kagum atas hal ini. Ia pun bertekad belajar giat. Di Lahore, kembali kecerdasan Salam terdeteksi. Salam mengikuti ujian matrikulasi di Punjab University. Ia lulus dengan pujian pada 1946. Salam tercatat sebagai siswa dengan nilai teratas dalam segala mata ujian. Atas prestasinya itu, ia memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke Cambridge University, Inggris. Pada 1949, ia memperoleh gelar MA dengan pujian tertinggi di bidang matematika dan fisika. Semenjak itu, cendekiawan muda ini sibuk dengan penelitian awal dalam bidang Fisika Kuantum di Laboratorium Cavendish yang terkenal. Laboratorium ini telah banyak menghasilkan lusinan peraih Nobel. Di Cavendish, Salam meneliti berbagai fenomena dan proses alamiah seperti pembelahan nukleus, formasi bintang- bintang neutron, pembentukan komposisi kimiawi dan struktur dari spiral DNA, cara kerja transistor semi konduktor, laser dan sebagainya. Pada 1950, ia memperoleh peng­hargaan Smith’s Prize dari Cambridge University atas tesisnya tentang elek­trodinamika kuantum. Tesisnya dianggap telah memberikan kontribusi besar dalam bidang fisika. Dia juga berhasil menyabet gelar PhD dalam bidang fisika teori pada saat yang sama. Tesisnya dipublikasikan pada 1951. Serta-merta, tesis itu mengangkatnya menuju belan­tara intelektual internasional. Ia pun menjadi fokus perhatian seluruh komunitas fisika dunia. Untuk itu, ia memperoleh berbagai penawaran menggiurkan di Eropa. Namun, Salam memilih kembali ke negerinya. Ia mengajar matematika di Government College, Lahore. Setahun kemudian, ia dilantik menjadi Ketua Departemen Matematika di Punjab University. Ia bermaksud mendirikan sekolah riset bagi para ahli fisika di Pakistan. Namun, ia sadar, hal itu tak mungkin dilakukan. Tidak ada tradisi kerja dan riset pascasarjana di situ. Jurnal tak punya. Kesempatan menghadiri konferensi internasional pun tak ada. Malah, ia dituduh hendak membangun hotel berbintang lima bagi para ilmuwan di sana. Kepala institusi tempat Salam bekerja juga tak berdaya. Meski tahu bahwa Salam sudah mengerjakan sejumlah riset yang luar biasa, Kepala tersebut justru menganjurkan untuk melupakan obsesinya. Salam bertahan di Lahore selama tiga tahun. Namun, kondisi yang tak kondusif meyakinkannya bahwa di Pakistan, saat itu, sangat tidak mendukung riset-riset fisika. Akhirnya, dengan berat hati, Salam meninggalkan Pakistan pada 1954. Ia menerima tawaran mengajar dan riset di Cambridge University. Di situ, ia menemukan kembali dunianya yang hilang. Ia kembali bergelut dan bercinta dengan fisika. Tiga tahun kemudian, tepatnya 1957, Salam dilantik sebagai Profesor Fisika Teori di Imperial College, London. Sejak itu, secara aktif, ia meretas jalan ke riset berbagai bidang fisika modern. Studi yang dilakukannya mendapat penghargaan berbagai premium internasional. Meski hasrat intelektualnya telah tersalurkan, Salam tak tinggal diam. Kegundahan atas kondisi Pakistan dan masyarakat dunia ketiga umumnya, terus menggelayutinya. Ia pun berpikir keras untuk membantu mereka. Sebab, tak mungkin muncul penemuan penting ketika tak ada fasilitas yang mendukung. Para peneliti di sana pun tak akan berkembang. Jauh ketinggalan dengan para peneliti di Eropa dan negara maju lainnya. Ia pun bermaksud mendirikan lembaga internasional yang akan mewadahi intelektual berbakat dari dunia ketiga tanpa harus meninggalkan negerinya sendiri seperti dialami Salam. Karena itu, Salam mendesak kolega-koleganya di Eropa dan Amerika untuk mendirikan lembaga seperti yang diimpikannya. Atas bantuan PBB, khususnya Lembaga Energi Atom Internasional, pemerintah Italia dan SIDA (Swedish Agency for International Development) didirikanlah ICPT (International Centre for Theoritical Physics) di Trieste, Italia pada 1964. Salam sendiri ditunjuk sebagai direkturnya. Pendirian ICTP itu, menurut Herwing Schopper, presiden Masyarakat Fisika Eropa, merupakan salah satu pencapaian terbesar abad ke-20. Satu obsesinya telah tercapai. Praktis, semenjak itu ia tenggelam dalam penelitian. Secara tekun, Salam mulai mempelajari hukum dasar dari elektromagnetisme yang pertama kali ditemukan oleh Faraday dan Maxwell, lama sebelumnya. Salam menggeluti masalah interaksi tiga daya kekuatan elektromagnetik, daya lemah dan daya kuat dari nuklir. Untuk itu, Salam harus ‘membantah’ salah satu postulat fisika nuklir modern yang diterima umum tentang kekuatan dan ketidakterbaginya proton yang merupakan komponen utama dari nukleus nuklir. Hasilnya, Salam mengajukan suatu hipotesa yang berani. Menurutnya, proton (yang menyimpan kekuatan nukleus dari sebuah atom) bisa saja mengalami disintegrasi. Hanya saja, durasi peluruhan proton ini memerlukan periode waktu yang astronomis, yakni 1032 tahun. Dari situ, Salam berhasil membuat gambaran konstruksi dari suatu teori yang menggabungkan elektromagnetisme dengan interaksi lemah dari partikel nuklir yang terkenal dengan “Grand Unification Theory”. Albert Einstein sendiri yang dikenal sebagai “Nabi” Fisika tak berhasil menciptakan teori tersebut sepanjang hidupnya. Ialah orang pertama yang memprediksi decay (peluruhan) dalam rangkaian interaksi nuklir lemah. Muncullah istilah baru yaitu ‘Electroweak’ (lemah elektro) dalam dunia fisika nuklir. Atas penemuan besar ini, Salam berhak atas Nobel Fisika pada 1979. Konon, penemuan grand unification theory itu terinspirasi dari keyakinan Salam bahwa segala sesuatu terpancar dari satu sumber, yakni Tuhan. Maklum, Salam adalah agamawan taat. Dalam tiap kesempatan, ia selalu berujar, al Qur’an telah menyediakan segala-galanya untuk eksplorasi alam. ‘’Al Quran membimbing kita dalam memahami seluruh hukum alam ciptaan Allah,’’ tulisnya. Karena itu, pada saat penghargaan Nobel, Salam mentilawahkan beberapa ayat dari al-Quran dalam pidatonya di aula Nobel Hall. Inilah pertama kalinya dalam sejarah, di aula itu, diperdengarkan ayat-ayat al-Quran. Sebelum meraih Nobel, berbagai penghargaan telah disabet Salam atas prestasi fisikanya. Pada 1971, secara aklamasi, ia terpilih sebagai anggota dari USSR Academy of Science. Pada tahun yang sama, ia juga berhak atas hadiah Premium Robert Oppenheimer. Ia juga berhasil merebut medali Einstein (UNESCO, Paris) dan Birla Premium (India). Berbagai penghargaan itu terasa wajar karena prestasi Salam yang sangat luar biasa. Namun, Nobel tak menghentikannya untuk terus berkiprah. Pada 1983, ia memperoleh penghargaan Lomonosov Gold Medal yang merupakan penghargaan tertinggi dari USSR Academy of Science. Pada tahun itu juga, Salam mendirikan dan menjadi presiden The Third World Academy of Sciences, dan presiden pertama The Third World Network of Scientific Organizations (1988). Sebagai wujud kepedulian atas carut marut kondisi dunia, Profesor Abdus Salam turut mengambil bagian dalam sebuah konferensi internasional di Moskow mengenai pengurangan senjata nuklir pada 1987. Di konferensi itu, secara tegas, ia mendukung larangan penggunaan senjata pemusnah massal. Ia selalu menghimbau komunitas dunia agar memanfaatkan potensi studi tenaga nuklir hanya untuk tujuan damai dan konstruktif saja. Berbagai pujian dan penghargaan terus mengucur. Tahun 1992, rektor dari St Petersburg University secara khusus berkunjung ke Trieste, Italia, untuk menyampaikan Diploma Honorer Doctor of Science dari universitas tersebut kepada Profesor Salam. Di tahun 1995, setahun sebelum meninggal, ia mendapat penghargaan Maxwell di Inggris serta medali emas yang diberikan oleh Akademi Pekerja Kreatif Rusia. Semasa hidupnya, Abdus Salam telah menghasilkan banyak karya. Salam telah menulis berpuluh-puluh buku dan monograf ilmiah. Ia juga menulis lebih dari tiga ratus artikel mengenai problema paling kompleks dari fisika nuklir serta permasalahan aktual mengenai persiapan ilmuwan muda di negara-negara berkembang. Atas dedikasinya, ia ditunjuk sebagai anggota dari sekitar 50 lembaga ilmiah akademisi, di samping beberapa asosiasi ilmiah dunia. Ia mendapat 20 penghargaan internasional dan medali emas di bidang fisika. Termasuk Nobel Prize itu sendiri. Sedikit sekali ahli fisika di abad duapuluh yang pernah menerima penghargaan dan pengakuan dunia sebagaimana Salam. Di antaranya adalah Albert Einstein, Ernest Rutherford dan Niles Bore. Salam meninggal pada 20 November 1996 di Oxford, Inggris di usia 70 tahun. Ia dimakamkan di tanah air yang teramat dicintanya. Atas prestasinya, dunia pantas merugi. Sebab, Abdus Salam hanya hidup sekali. Pretasi Salam memang layak dibanggakan. Ia telah mendedikasikan dirinya untuk fisika dan kemanusiaan. Rasanya, semua penghargaan layak diterimanya. Ia berhasil mengangkat prestasi kaum muslim yang lama tenggelam. (M. Khoirul Muqtafa)

Iklan

Read Full Post »

Ada dua tulisan menarik dari someone else yang saya sharing di sini untuk diambil hikmahnya

—————————————

PIDATO ANAK 12 TH YANG MEMBUNGKAM PARA PEMIMPIN DUNIA DI PBB

Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yg bernama Severn Suzuki, seorang anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental Children’s Organization ( ECO ). ECO sendiri adalah sebuah kelompok kecil anak yg mendedikasikan diri untuk belajar dan mengajarkan pada anak” lain mengenai masalah lingkungan. Dan mereka pun diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan hidup PBB, dimana pada saat itu Severn yg berusia 12 Tahun memberikan sebuah pidato kuat yg memberikan pengaruh besar ( dan membungkam ) beberapa pemimpin dunia terkemuka. Apa yg disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun hingga bisa membuat RUANG SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesai ruang sidang penuh dengan orang terkemuka yg berdiri dan memberikan tepuk tangan yg meriah kepada anak berusia 12 tahun. Inilah Isi pidato tersebut: (Sumber: The Collage Foundation) Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O – Enviromental Children Organization Kami adalah kelompok dari Kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12 dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk bisa datang kesini sejauh 6000 mil untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, hari ini di sini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan masa depan bagi diri saya saja. Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi semua generasi yg akan datang. Saya berada disini mewakili anak-anak yg kelaparan di seluruh dunia yang tangisannya tidak lagi terdengar. Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan habitatnya. Kami tidak boleh tidak di dengar. Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena berlubangnya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara. Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker. Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu persatu mengalami kepunahan tiap harinya – hilang selamanya. Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya. Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini ketika anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang? Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahannya. Tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama seperti saya! Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita. Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai asalnya. Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang telah punah. Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di tempatnya, yang sekarang hanya berupa padang pasir. Jika anda tidak tahu bagaima cara memperbaikinya. TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA! Disini anda adalah delegasi negara-negara anda. Pengusaha, anggota perhimpunan, wartawan atau politisi – tetapi sebenarnya anda adalah ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi – dan anda semua adalah anak dari seseorang. Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yang sama – perbatasan dan pemerintahan tidak akan mengubah hal tersebut. Saya hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan yang sama. Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan. Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan. Kami membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang. Walaupun begitu tetap saja negara-negara di Utara tidak akan berbagi dengan mereka yang memerlukan. Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi. Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan dan papan yang berkecukupan – kami memiliki jam tangan, sepeda, komputer dan perlengkapan televisi. Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salah satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: ” Aku berharap aku kaya, dan jika aku kaya, aku akan memberikan anak-anak jalanan makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih sayang ” . Jika seorang anak yang berada dijalanan dan tidak memiliki apapun, bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih begitu serakah? Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia sama dengan saya, bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan yang begitu besar, bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak-anak yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan di Somalia ; seorang korban perang timur tengah atau pengemis di India . Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa jika semua uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinya dunia ini. Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, anda mengajarkan kami untuk berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain, untuk mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan; untuk tidak menyakiti makhluk hidup lain, untuk berbagi dan tidak tamak. Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarkan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut? Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konperensi ini, mengapa anda melakukan hal ini – kami adalah anak-anak anda semua. Anda sekalianlah yang memutuskan, dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan mengatakan, ” Semuanya akan baik-baik saja , ‘kami melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan dan ini bukanlah akhir dari segalanya.” Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua? Ayah saya selalu berkata, “Kamu akan selalu dikenang karena perbuatanmu, bukan oleh kata-katamu” . Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari. Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami. Saya menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut. Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.

*********** Servern Cullis-Suzuki telah membungkam satu ruang sidang Konperensi PBB, membungkam seluruh orang-orang penting dari seluruh dunia hanya dengan pidatonya. Setelah pidatonya selesai serempak seluruh orang yang hadir diruang pidato tersebut berdiri dan memberikan tepuk tangan yang meriah kepada anak berusia 12 tahun itu. Dan setelah itu, ketua PBB mengatakan dalam pidatonya: ” Hari ini saya merasa sangatlah malu terhadap diri saya sendiri karena saya baru saja disadarkan betapa pentingnya linkungan dan isinya disekitar kita oleh anak yang hanya berusia 12 tahun, yang maju berdiri di mimbar ini tanpa selembarpun naskah untuk berpidato. Sedangkan saya maju membawa berlembar naskah yang telah dibuat oleh asisten saya kemarin. Saya … tidak kita semua dikalahkan oleh anak yang berusia 12 tahun ” ———— ——— ———— —— ——— *(Copyright from: Moe Joe Free)*

MENCARI SOSOK HOEGENG

Nama Pak Hoegeng kembali menghiasai papan para demonstran dan mengisi sebuah acara TV tentang sosok tokoh seorang polisi. Saat ini memang citra polisi dengan integritasnya sedang dalam cobaan dengan terpaan skandal keadilan yang berskala national bahkan international. Kembali publik mendamabakan figur polisi yang baik. Saya seperti yang dikatakan Cak Leo melakukan : ” Peringatan dalam diam, tiada satu lelap di sini.” Membaca dan menggali tentang sang tokoh yang menjadi panutan ini. Dalam sebuah wawancara sang anak Aditya mengatakan filosofi sang ayah dalam pemberantasan korupsi: ” Bagaimana kamu mandi …? Bersih dari atas dulu baru ke bawah akan bersih semuanya. Tidak bisa berdisin badan dengan cimak-cimik ”.. Itu yang menjadikan keyakian dalam kekuatan melawan korupsi. Hoegeng kemudian menjadi legenda ketika berdinas di Sumut yang menolak mentah-mentah sogokan para cukong judi. Lembaran kehidupannya kemudian dihiasi cerita-cerita indah melawan kejahatan bukan menjadi bagian dari kejahatan dengan menggunakan kekuasaan untuk melindungi. Sebagi orang Jawa asli Pekalongan ia cuman bersandar pada kebijakan masa lampau : ”ojo dumeh …!!!” Kejadian kecil di kehidupan pribadinya sangat mengakar menggambarkan integritas beliau. Sebutlah ketika ia memerintahkan istrinya menutup toko bunga di Cikini ketika ia menjadi Kepala Imigrasi. Menolak permohona istrinya untuk ikut nebeng dinas ke Belanda karena sang istri yang indo, ayahnya masih tinggal di sana. Beliau sungguh mirip negarawan Bung Hatta. Ketika pensiun tak memiliki rumah dan mobil. Ketika diberi mobil hadiah iuran para Kapolda pun, itupun dengan susah menyakinkan bahwa uangnya adalah iuran hasil dari gaji kapolda. Masih lebih senang naik bis mercy atau bajaj sekalipun. Para penanda tangan Petisi 50 menjadi saksi akan kederhanaan jendral bintang 4 ini. Rumahnya yang tak berpengawal suatu kali pernah kemasukan pencuri. Ia berseloroh : “ Malinge iki nekat, wani maling omahe Kapolri …” Kata mutiara yang disukai Hoegeng adalah “ it is nice to be important but it is more important to be nice “ Juga “ When you are doing right no one remember, and when you are doing wrong no one forget.” Itu yang melandasi beliau matian-matian menegakkan cita polisi ketika ia menjabat sebagi Kapolri. Jauh melampui jamannya Hoegeng itu mengerti peranan pers. Panda Nababan sering didatangi di rumah kontrakkan malam-malam untuk diajak berdiskusi. Penyamaran sering beliau lakukan untuk mengerti aspirasi masyarakat akan keinginan seperti apa wajah polisi yang mereka dambakan. Tak bisa dibayangkan masih berbaju Kapolri beliau akan turun ke jalan mengurus lalu lintas. Bukan overacting atau mau memberi teladan bawahannya. Ia sekedar mau menunjukkan menjadi polis adalah panggilan hatinya. Jauh dari wajah angker namun tegas tak kenal kompromi. Jendral Dai Bachtiar menyebutnya dengan sanjungan ” Terlalu prinsip, terlalu tegas, terlalu jujur, terlalu sederhana dan terlalu baik” Tapi bukankah itulah kira-kira yang kita dambakan dari citra seorang polisi? Sayang keteladanan ini tak diikuti oleh yunior-yunior penerusnya di kepolisian. Saya jadi inagt kata-kata Bung Tomo ” … yang lebih menakutkan lagi kalau generasi muda sekarang ini dipaksa menerima keadaan penuh penyelewengan dan kerusakan, mungkin pada kemudian hari Indonesia akan dipimpin oleh generasi penerus yang lebih menyeleweng dan lebih rusak lagi. Detik-detik sekarang ini yang akan menentukan orang-orang angkatan 45 yang berkuasa sekarang ini akan meninggalkan warisan yang indah dan berharga (lahiriah dan rohaniah) atau warisan yang rusak dan kejam. ” Hoegeng mungkin adalah contoh yang ingin Bung Tomo sebutkan sempat melakukannya namun Orde baru yang tergoda gemerlap materi dan kekuasaan lebih kuat mewariskan budaya yang tak menjadi rahasia lagi kini tak mudah kita menghapusnya Di akhir karirnya ada beberapa peritiwa heboh yang memerlukan ketegasan beliau. Hoegeng tetap melakukan tugasnya mengusut tuntas walau rezim orde baru terbiasa menggunakan penjahat laten sebagai tameng untuk rekaya keadilan dan memanipulasi peradilan untuk menyelelamatkan kroni-kroninya. Konon ketika sedang gencar memenjarakan sang penyelundup kakap ini, ketika mau melapor ke Pak Harto Sang Kapolri melihat sang buronan malah sedang bersalaman dengan Suharto. Sejak itu Hoegeng tidak bisa lagi mempercayai Soeharto. Ia merasa bosnya adalah bagian dari masalah ini. Lebih lebih ketika ia bergabung dengan Petisi 50. Ia dicekal datang ke peringatan hari Bayangkara dan cukup lama menunggu ada Kaporli yang berani mendekati beliau lagi Termasuk sahabat dekatnya Prof Soemitro yang tak mampu mengundang di pernikahan anaknya Parbowo karena Pak Harto jelas-jelas tidak ingin menemuinya.. Kedua sahabat ini hanya bisa berpelukan dan menangis walau ada guyonan yang getir juga diucapkan ” Koq Suharto takut sama Hoegeng ya … ?” Ketika saya nulis status di FB : “ Selamat Hari Pahlawan, dimana pahlawanku ? “ Seorang sahabat saya yang bijak mengomentari dengan indah: “ Pahlawan adalah rekonstruksi masa lalu untuk kepentingan masa depan ” Tahukah anda bahwa Ibu Tien adalah Pahlawan Nasional dan Bung Tomo memperoleh gelar Pahlawan baru beberapa tahun yang silam walau namanya tak bisa dilupakan dari buku sejarah anak-anak kita dengan penyemangatannya dan kepemimpinannya terhadap pertempuran heroik 10 nopember 1945 di Surabaya yang kemudian menginpirasi untuk diperingati sebagai hari pahlawan. Saya tak mengerti apakah suatu kali pemerintah akan menghargai Hoegeng sebagai pahlawan seperti perdebatan konyol terhadap Bung Tomo. Namun peringatan dalam diam saya telah menempatkan beliau sebagai seorang pahlawan. Ia telah meninggalkan warisan yang berharga. Namanya lebih panjang dari umurnya. Namanya di kenang lagi oleh para demonstran di Bundaran HI di panas siang bolong Juga lelucon yang diceploskan Gus Dur dan penjuang anti korupsi di tanah air. Kini kita benar-benar mencari sosok Hoegeng, namun …. Setidaknya masih dalam suasana hari pahlawan aku makin mantap menghayati lagu Leo Kristi di bawah ini dan kembali satu tulisan kawan untuk Soie Hok Gie terngiang di telinga : “ Gie, menjadi seorang pejuang itu akan kesepian …. ” Demikian pula Bung Hatta, Bung Tomo dan Hoegeng dan yang lainnya.

Tanah Merah in Memoriam

Aku terpisah dibelahan bumi tertepi

Secarik kabar darimu akan sangat berarti disini

 hanya satu bambu tidur yang dingin

namun selalu saja ada dengungan nyamuk

seakan seperti semangat rakyatku

berdentang dentang merasuk hati

aku tak kan pernah mati Tuhan,

tanahku yang hitam ini milikmu jua

Padamu tanahku

Padamu ayahku

Padamu darahku

Padamu puteraku

(copyright: Setiyadi Suwardi, alumni UGM & ITB, Johnson&Johnson)

Read Full Post »

Ada yang mengirimkan email ini kepada saya, yang saya tidak tahu mula pertama siapa yang merangkai kisah orang-orang yang sangat inspirasional ini. Karena begitu terkesannya saya, cerita ini saya share kepada anda  teriring do’a semoga yang telah meringkaskan cerita ini mendapat pahala karenanya

—————————————————– 

Selalu  ada 1001 alasan untuk menyerah, namun orang” yg berhasil adalah orang” yg tidak  memutuskan untuk menyerah. Dia selalu bisa menemukan sebuah alasan untuk tidak  menyerah…

NANCY MATTHEWS EDISON  (1810-1871)
   


Suatu hari,  seorang bocah berusia 4 tahun, agak tuli dan bodoh di sekolah, pulang ke  rumahnya membawa secarik kertas dari gurunya. ibunya membaca kertas tersebut, ”  Tommy, anak ibu, sangat bodoh. kami minta ibu untuk mengeluarkannya dari  sekolah.”
 


Sang  ibu terhenyak membaca surat ini, namun ia segera membuat tekad yang teguh, ”  anak saya Tommy, bukan anak bodoh. saya sendiri yang akan mendidik dan mengajar  dia.”
 


Tommy  bertumbuh menjadi Thomas Alva Edison, salah satu penemu terbesar di dunia. dia  hanya bersekolah sekitar 3 bulan, dan secara fisik agak tuli, namun itu semua  ternyata bukan penghalang untuk terus maju.
 


Tak  banyak orang mengenal siapa Nancy Mattews, namun bila kita mendengar nama  Edison, kita langsung tahu bahwa dialah penemu paling berpengaruh dalam sejarah.  Thomas Alva Edison menjadi seorang penemu dengan 1.093 paten penemuan atas  namanya. siapa yang sebelumnya menyangka bahwa bocah tuli yang bodoh sampai”  diminta keluar dari sekolah, akhirnya bisa menjadi seorang genius? jawabannya  adalah ibunya!
 


Ya,  Nancy Edison, ibu dari Thomas Alva Edison, tidak menyerah begitu saja dengan  pendapat pihak sekolah terhadap anaknya. Nancy yang memutuskan untuk menjadi  guru pribadi bagi pendidikan Edison dirumah, telah menjadikan puteranya menjadi  orang yang percaya bahwa dirinya berarti. Nancy yang memulihkan kepercayaan diri  Edison , dan hal itu mungkin sangat berat baginya. namun ia tidak sekalipun  membiarkan keterbatasan membuatnya berhenti.


JOANNE KATHLEEN ROWLING  
 


Sejak kecil,  Rowling memang sudah memiliki kegemaran menulis. bahkan di usia 6 tahun, ia  sudah mengarang sebuah cerita berjudul Rabbit. ia juga memiliki kegemaran tanpa  malu” menunjukan karyanya kepada teman” dan orangtuanya. kebiasaan ini terus  dipelihara hingga ia dewasa. daya imajinasi yang tinggi itu pula yang kemudian  melambungkan namanya di dunia.
 


Akan  tetapi, dalam kehidupan nyata, Rowling seperti tak henti didera masalah. Keadaan  yang miskin, yang bahkan membuat ia masuk dalam kategori pihak yang berhak  memperoleh santunan orang miskin dari pemerintah Inggris, itu masih ia alami  ketika Rowling menulis seri Harry Potter yang pertama. Ditambah dengan  perceraian yang ia alami, kondisi yang serba sulit itu justru semakin memacu  dirinya untuk segera menulis dan menuntaskan kisah penyihir cilik bernama Harry  Potter yang idenya ia dapat saat sedang berada dalam sebuah kereta api. Tahun  1995, dengan susah payah, karena tak memiliki uang untuk memfotocopy naskahnya,  Rowling terpaksa menyalin naskahnya itu dengan mengetik ulang menggunakan sebuah  mesin ketik manual.
 


Naskah yang akhirnya selesai dengan perjuangan susah  payah itu tidak lantas langsung diterima dan meledak di pasaran. Berbagai  penolakan dari pihak penerbit harus ia alami terlebih dahulu. Diantaranya,  adalah karena semula ia mengirim naskah dengan memakai nama aslinya, Joanne  Rowling. Pandangan meremehkan penulis wanita yang masih kuat membelenggu para  penerbit dan kalangan perbukuan menyebabkan ia menyiasati dengan menyamarkan  namanya menjadi JK Rowling. Memakai dua huruf konsonan dengan harapan ia akan  sama sukses dengan penulis cerita anak favoritnya CS Lewis.
 


Akhirnya keberhasilan pun tiba. Harry Potter luar  biasa meledak dipasaran. Semua itu tentu saja adalah hasil dari sikap pantang  menyerah dan kerja keras yang luar biasa. tak ada kesuksedan yang dibayar dengan  harga murah.


STEVE JOBS  
 


Tahun 1976,  bersama rekannya Steve Wozniak, Jobs yang baru berusia 21 tahun mulai mendirikan  Apple Computer Co. di garasi milik keluarganya. Dengan susah payah mengumpulkan  modal yang diperoleh dengan menjual barang-barang mereka yang paling berharga,  usaha itu pun dimulai. Komputer pertama mereka, Apple 1 berhasil mereka jual  sebanyak 50 unit kepada sebuah toko lokal. Dalam beberapa tahun, usaha mereka  cukup berkembang pesat sehingga tahun 1983, Jobs menggaet John Sculley dari  Pepsi Cola untuk memimpin perusahaan itu. Sampai sejauh itu, Apple Computer  menuai kesuksesan dan makin menancapkan pengaruhnya dalam industri komputer  terlebih dengan diluncurkannya Macintosh. Namun, pada tahun 1985, setelah  konflik dengan Sculley, perusahaan memutuskan memberhentikan pendiri mereka,  yaitu Steve Jobs sendiri.
 


Setelah menjual sahamnya, Jobs yang mengalami  kesedihan luar biasa banyak menghabiskan waktu dengan bersepeda dan berpergian  ke Eropa. Namun, tak lama setelah itu, pemecatan tersebut rupanya justru membawa  semangat baru bagi dirinya.
Ia pun memulai usaha baru yaitu perusahaan komputer  NeXT dan perusahaan animasi Pixar. NeXT yang sebenarnya sangat maju dalam hal  teknologinya ternyata tidak membawa hasil yang baik secara komersil. Akan  tetapi, Pixar adalah sebuah kisah sukses lain berkat tangan dinginnya. Melalui  Pixar, Jobs membawa trend baru dalam dunia film animasi seiring dengan  diluncurkannya film produksinya Toy Story dan selanjutnya Finding Nemo dan The  Incredibles.  


Sepeninggal Jobs dan semakin kuatnya dominasi IBM dan  Microsoft membuat Apple kalah bersaing dan nyaris terpuruk.
Maka, tahun 1997,  Jobs dipanggil kembali untuk mengisi posisi pimpinan sementara. Dengan  mengaplikasi teknoligi yang dirancang di NeXT, kali ini Apple kembali bangkit  dengan berbagai produk berteknologi maju macam MacOS X, IMac dan salah satu yang  fenomenal yaitu iPod.  


Kisah  sukses Steve Jobs mengajarkan kepada kita bahwa tidak ada kesuksesan yang  instan. penolakan dan kegagalan seringkali mewarnai perjalanan hidup kita, tapi  jangan biarkan semua itu membuat kita berhenti.


OPRAH  WINFREY
 



Bermodal  keberanian “Menjadi Diri Sendiri”, Oprah menjadi presenter paling populer di  Amerika dan menjadi wanita selebritis terkaya versi majalah Forbes, dengan  kekayaan lebih dari US $ 1 Milyar. Copy acara “The Oprah Winfrey Show” telah  diputar di hampir seluruh penjuru bumi ini.
 


TAHUKAH ANDA?


Lahir di  Mississisipi dari pasangan Afro-Amerika dengan nama Oprah Gail Winfrey. Ayahnya  mantan serdadu yang kemudian menjadi tukang cukur, sedang ibunya seorang  pembantu rumah tangga. Karena keduanya berpisah maka Oprah kecil pun diasuh oleh  neneknya di lingkungan yang kumuh dan sangat miskin. Luarbiasanya, di usia 3  tahun Oprah telah dapat membaca Injil dengan keras.
 


“Membaca adalah gerai untuk mengenal dunia” katanya  dalam suatu wawancaranya.
 


Pada  usia 9 tahun, Oprah mengalami pelecehan sexual, dia diperkosa oleh saudara  sepupu ibunya beserta teman-temannya dan terjadi berulang kali. Di usia 13 tahun  Oprah harus menerima kenyataan hamil dan melahirkan, namun bayinya meninggal dua  minggu setelah dilahirkan.


Setelah kejadian itu, Oprah lari ke rumah  ayahnya di Nashville. Ayahnya mendidik dengan sangat keras dan disiplin tinggi.  Dia diwajibkan membaca buku dan membuat ringkasannya setiap pekan. Walaupun  tertekan berat, namun kelak disadari bahwa didikan keras inilah yang  menjadikannya sebagai wanita yang tegar, percaya diri dan berdisiplin tinggi.  
 


Prestasinya sebagai siswi teladan di SMA membawanya  terpilih menjadi wakil siswi yang diundang ke Gedung Putih. Beasiswa pun di  dapat saat memasuki jenjang perguruan tinggi. Oprah pernah memenangkan kontes  kecantikan, dan saat itulah pertama kali dia menjadi sorotan publik..  
 


Karirnya dimulai sebagai penyiar radio lokal saat di  bangku SMA. Karir di dunia TV di bangun diusia 19 tahun. Dia menjadi wanita  negro pertama dan termuda sebagai pembaca berita stasiun TV lokal tersebut.  
Oprah memulai debut talkshow TVnya dalam acara People Are Talking. Dan  keputusannya untuk pindah ke Chicago lah yang akhirnya membawa Oprah ke puncak  karirnya. The Oprah Winfrey Show menjadi acara talkshow dengan rating tertinggi  berskala nasional yang pernah ada dalam sejarah pertelevisian di Amerika.  Sungguh luar biasa!  


Latar  belakang kehidupannya yang miskin, rawan kejahatan dan diskriminatif mengusik  hatinya untuk berupaya membantu sesama. Tayangan acaranya di telivisi selalu  sarat dengan nilai kemanusiaan, moralitas dan pendidikan. Oprah sadar, bila dia  bisa mengajak seluruh pemirsa telivisi, maka bersama, akan mudah mewujudkan  segala impiannya demi membantu mereka yang tertindas.
 


Oprah  juga dikenal dengan kedermawanannya. Berbagai yayasan telah disantuni, antara  lain, rumah sakit dan lembaga riset penderita AIDs, berbagai sekolah, penderita  ketergantungan, penderita cacat dan banyak lagi.
 


Dan  yang terakhir, pada 2 januari 2007 lalu, Oprah menghadiri peresmian sekolah  khusus anak-anak perempuan di kota Henley-on-Klip, di luar Johannesburg, Afrika  selatan, yang didirikannya bersama dengan pemirsa acara televisinya. Oprah  menyisihkan 20 juta pounsterling ( 1 pons kira2 rp. 17.000,- )atau 340 milyiar  rupiah dari kekayaannya. “Dengan memberi pendidikan yang baik bagi anak2  perempuan ini, kita akan memulai mengubah bangsa ini” ujarnya berharap.  
 


Kisah  Oprah Winfrey ialah kisah seorang anak manusia yang tidak mau meratapi nasib.  Dia berjuang keras untuk keberhasilan hidupnya, dan dia berhasil. Dia punya  mental baja dan mampu mengubah nasib, dari kehidupan nestapa menjadi manusia  sukses yang punya karakter. Semangat perjuangannya pantas kita teladani!  


7UP
  


Tentu kamu  mengenal 7up. Merk softdrink rasa jeruk nipis ini terbilang cukup populer di  penjuru dunia. Dibalik ketenaran merk 7up rupanya ada kisah yang sangat menarik  untuk kita pelajari tentang arti “pantang menyerah”.
 


Awal  mulanya perusahaan ini mengambil nama 3up sebagai merek sodanya. Namun  sayangnya, usaha ini gagal. Kemudian si pendiri kembali memperjuangkan bisnisnya  dan mengganti namanya dengan 4up. Malangnya, produk ini pun bernasib sama dengan  sebelumnnya. Selanjutnya dia berusaha bangkit lagi dan mengganti lagi namanya  menjadi 5up. Gagal lagi. Kecintaanya pada soda membuatnya tak menyerah dan  berusaha lagi dengan nama baru 6up. Produk ini pun gagal dan dia pun menyerah.  
 


Beberapa tahun kemudian, orang lain muncul dan  membuat soda dengan nama 7up dan mendapat sukses besar!
Mungkin kita tidak tahu  kapan usaha kita akan membuahkan hasil, tapi suatu saat nanti pastilah waktu itu  akan tiba. Justru karena kita ga tahu kapan waktu keberhasilan kita, maka jangan  pernah kita menghentikan usaha kita dan memutuskan untuk menyerah. 3up gagal,  buatlah 4up! 4up gagal, dirikan 5up! bahkan meski harus muncul 6up, 7up, 8up,  atau 100up sekalipun, jangan pernah berhenti sampai jerih payah kita membuahkan  hasil.

Percayalah bahwa Tuhan menghargai usaha kita. keberhasilan tidak  datang pada orang yang malas berjuang dan gampang menyerah. Tunjukan kualitas  iman kita melalui ketekunan kita dalam berjuang! TETAP SEMANGAT!  


MARK ZUCKERBERG  (FACEBOOK)
 



Pernah  mendengar situs jaringan pertemanan Friendster? Konon, melalui situs tersebut,  banyak orang-orang yang lama tak bersua, bisa kembali bersatu, reunian, dan  bahkan berjodoh. Karena itulah, situs pertemanan itu beberapa waktu lalu sempat  sangat popular. Karena itu, tak heran jika setelah era suksesnya Friendster,  berbagai situs jaringan pertemanan bermunculan. Salah satunya adalah Facebook.  
 


Facebook ini sebenarnya dibuat sebagai situs jaringan  pertemanan terbatas pada kalangan kampus pembuatnya, yakni Mark Zuckerberg.  
Mahasiswa Harvard University tersebut-kala itu-mencoba membuat satu program yang  bisa menghubungkan teman-teman satu kampusnya. Karena itulah, nama situs yang  digagas oleh Mark adalah Facebook. Nama ini ia ambil dari buku Facebook, yaitu  buku yang biasanya berisi daftar anggota komunitas dalam satu kampus. Pada  sejumlah college dan sekolah preparatory di Amerika Serikat, buku ini diberikan  kepada mahasiswa atau staf fakultas yang baru agar bisa lebih mengenal orang  lain di kampus bersangkutan.  


Pada  sekitar tahun 2004, Mark yang memang hobi mengotak-atik program pembuatan  website berhasil menulis kode orisinal Facebook dari kamar asramanya. Untuk  membuat situs ini, ia hanya butuh waktu sekitar dua mingguan. Pria kelahiran Mei  1984 itu lantas mengumumkan situsnya dan menarik rekan-rekannya untuk bergabung.  Hanya dalam jangka waktu relatif singkat-sekitar dua minggu-Facebook telah mampu  menjaring dua per tiga lebih mahasiswa Harvard sebagai anggota tetap.  
 


Mendapati Facebook mampu menjadi magnet yang kuat  untuk menarik banyak orang bergabung, ia memutuskan mengikuti jejak  seniornya-Bill Gates-memilih drop out untuk menyeriusi situsnya itu. Bersama  tiga rekannya-andre McCollum, Dustin Moskovitz, dan Chris Hughes-Mark kemudian  membuka keanggotaan Facebook untuk umum.
 


Mark  ternyata tak sekadar nekad. Ia punya banyak alasan untuk lebih memilih  menyeriusi Facebook. Mark dan rekannya berhasil membuat Facebook jadi situs  jaringan pertemanan yang segera melambung namanya, mengikuti tren Friendster  yang juga berkembang kala itu. Namun, agar punya nilai lebih, Mark pun mengolah  Facebook dengan berbagai fitur tambahan. Dan, sepertinya kelebihan fitur inilah  yang membuat Facebook makin digemari. Bayangkan, Ada 9.373 aplikasi yang terbagi  dalam 22 kategori yang bisa dipakai untuk menyemarakkan halaman Facebook, mulai  chat, game, pesan instan, sampai urusan politik dan berbagai hal lainnya.  Hebatnya lagi, sifat keanggotaan situs ini sangat terbuka. Jadi, data yang  dibuat tiap orang lebih jelas dibandingkan situs pertemanan lainnya. Hal ini  yang membuat orang makin nyaman dengan Facebook untuk mencari teman, baik yang  sudah dikenal ataupun mencari kenalan baru di berbagai belahan dunia.  
 


Sejak  kemunculan Facebook tahun 2004 silam, anggota terus berkembang pesat. Prosentase  kenaikannya melebihi seniornya, Friendster. Situs itu tercatat sudah dikunjungi  60 juta orang dan bahkan Mark Zuckerberg berani menargetkan pada tahun 2008 ini,  angka tersebut akan mencapai 200 juta anggota.
 


Dengan berbagai keunggulan dan jumlah peminat yang  luar biasa, Facebook menjadi ‘barang dagangan’ yang sangat laku. Tak heran,  raksasa software Microsoft pun tertarik meminangnya. Dan, konon, untuk memiliki  saham hanya 1,6 persen saja, Microsoft harus mengeluarkan dana tak kurang dari  US$ 240 juta. Ini berarti nilai kapitalisasi saham Facebook bisa mencapai US$15  miliar! Tak heran, Mark kemudian dinobatkan sebagai miliarder termuda dalam  sejarah yang memulai dari keringatnya sendiri.
 


Niat  Mark Zuckerberg untuk sekadar’menyatukan’ komunitas kampusnya dalam sebuah  jaringan ternyata berdampak besar. Hal ini telah mengantar pria yang baru  berusia 23 tahun ini menjadi miliarder termuda dalam sejarah. Sungguh, kejelian  melihat peluang dan niatan baiknya ternyata mampu digabungkan menjadi sebuah  nilai tambah yang luar biasa. Ini menjadi contoh bagi kita, bahwa niat baik  ditambah perjuangan dan ketekunan dalam menggarap peluang akan melahirkan  kesempatan yang dapat mengubah hidup makin bermakna.


TIADA KETEKUNAN YANG  TIDAK MEMBAWA HASIL…


BILL GATES & PAUL  ALLEN
 



Kisah Maestro Microsoft Bill Gates  and Paul Allen
 


William Henry Gates III atau lebih terkenal dengan  sebutan Bill Gates, lahir di Seatle , Washington pada tanggal 28 Oktober 1955.  Ayah Bill, Bill Gates Jr., bekerja di sebuah firma hukum sebagai seorang  pengacara dan ibunya, Mary, adalah seorang mantan guru. Bill adalah anak kedua  dari tiga bersaudara. Sejak kecil Bill mempunyai hobi “hiking”, bahkan hingga  kini pun kegiatan ini masih sering dilakukannya bila ia sedang  “berpikir”.


Bill kecil mampu dengan mudah melewati masa sekolah dasar  dengan nilai sangat memuaskan, terutama dalam pelajaran IPA dan Matematika.  Mengetahui hal ini orang tua Bill, kemudian menyekolahkannya di sebuah sekolah  swasta yang terkenal dengan pembinaan akademik yang baik, bernama ” LAKESIDE “.  Pada saat itu, Lakeside baru saja membeli sebuah komputer, dan dalam waktu  seminggu, Bill Gates, Paul Allen dan beberapa siswa lainnya (sebagian besar  nantinya menjadi programmer pertama MICROSOFT) sudah menghabiskan semua jam  pelajaran komputer untuk satu tahun.
 


Kemampuan komputer Bill Gates sudah diakui sejak dia  masih bersekolah di Lakeside . Dimulai dengan meng”hack” komputer sekolah,  mengubah jadwal, dan penempatan siswa. Tahun 1968, Bill Gates, Paul Allen, dan  dua hackers lainnya disewa oleh Computer Center Corp. untuk menjadi tester  sistem keamanan perusahaan tersebut. Sebagai balasan, mereka diberikan kebebasan  untuk menggunakan komputer perusahaan. Menurut Bill saat itu lah mereka  benar-benar dapat “memasuki” komputer. Dan disinilah mereka mulai mengembangkan  kemampuan menuju pembentukan Microsoft, 7 tahun kemudian.
 


Selanjutnya kemampuan Bill Gates semakin terasah.  Pembuatan program sistem pembayaran untuk Information Science Inc, merupakan  bisnis pertamanya. Kemudian bersama Paul Ellen mendirikan perusahaan pertama  mereka yang disebut Traf-O-Data. Mereka membuat sebuah komputer kecil yang mampu  mengukur aliran lalu lintas. Bekerja sebagai debugger di perusahaan kontrkator  pertahanan TRW, dan sebagai penanggungjawab komputerisasi jadwal sekolah,  melengkapi pengalaman Bill Gates.
 


Musim  gugur 1973, Bill Gates berangkat menuju Harvard University dan terdaftar sebagai  siswa fakultas hukum. Bill mampu dengan baik mengikuti kuliah, namun sama  seperti ketika di SMA, perhatiannya segera beralih ke komputer. Selama di  Harvard, hubungannya dengan Allen tetap dekat. Bill dikenal sebagai seorang  jenius di Harvard. Bahkan salah seorang guru Bill mengatakan bahwa Bill adalah  programmer yang luar biasa jenius, namun seorang manusia yang menyebalkan.  
 


Desember 1974, saat hendak mengunjungi Bill Gates,  Paul Allen membaca artikel majalah Popular Electronics dengan judul “World`s  First Microcomputer Kit to Rival Commercial Models”. Artikel ini memuat tentang  komputer mikro pertama Altair 9090. Allen kemudian berdiskusi dengan Bill Gates.  Mereka menyadari bahwa era “komputer rumah” akan segera hadir dan meledak,  membuat keberadaan software untuk komputer – komputer tersebut sangat  dibutuhkan. Dan ini merupakan kesempatan besar bagi mereka.
 


Kemudian dalam beberapa hari, Gates menghubungi  perusahaan pembuat Altair, MITS (Micro Instrumentation and Telemetry Systems).  
Dia mengatakan bahwa dia dan Allen, telah membuat BASIC yang dapat digunakan  pada Altair. Tentu saja ini adalah bohong. Bahkan mereka sama sekali belum  menulis satu baris kode pun. MITS, yang tidak mengetahui hal ini, sangat  tertarik pada BASIC. Dalam waktu 8 minggu BASIC telah siap. Allen menuju MITS  untuk mempresentasikan BASIC. Dan walaupun, ini adalah kali pertama bagi Allen  dalam mengoperasikan Altair, ternyata BASIC dapat bekerja dengan sempurna.  Setahun kemudian Bill Gates meninggalkan Harvard dan mendirikan Microsoft.   



Kisah Bill Gates Meninggalkan Harvard  Demi Mengejar Impian
 


Ketika ia bosan dengan Harvard, Gates melamar  pekerjaan-pekerjaan yang berhubungan dengan komputer di daerah Boston .. Gates  mendorong Paul Allen untuk mencoba melamar sebagai pembuat program di Honey-well  agar keduanya dapat melanjutkan impian mereka untuk mendirikan sebuah perusahaan  perangkat lunak.
 


Pada  suatu hari di bulan Desember yang beku, Paul Allen melihat sampul depan majalah  Popular Mechanics, terbitan Januari 1975, yaitu gambar komputer mikro rakitan  baru yang revolusioner MITS Altair 8080 (Komputer kecil ini menjadi cikal bakal  PC di kemudian hari). Kemudian Allen menemui Gates dan membujuknya bahwa mereka  harus mengembangkan sebuah bahasa untuk mesin kecil sederhana itu.
Allen terus  mengatakan, Yuk kita dirikan sebuah perusahaan. Yuk kita lakukan.   


Kami  sadar bahwa revolusi itu bisa terjadi tanpa kami. Setelah kami membaca artikel  itu, tak diragukan lagi dimana kami akan memfokuskan hidup kami.  


Kedua sahabat  itu bergegas ke sebuah komputer Harvard untuk menulis sebuah adaptasi dari  program bahasa BASIC. Gates dan Allen percaya bahwa komputer kecil itu dapat  melakukan keajaiban. Dari sana pula mereka  mempunyai mimpi, tersedianya sebuah komputer di setiap meja tulis dan  di setiap rumah tangga.
 


Semangat Allen dan Gates tidak percuma. Berawal dari  komputer kecil itulah yang menjadi mode dari segala macam komputansi. Dan  sekarang bisa Anda lihat bahwa PC telah benar-benar menjadi alat jaman  informasi. Dan hampir setiap orang mengenal Bill Gates sebagai orang terkaya di  dunia saat ini.
 


HIRONOBU  SAKAGUCHI
 



Hironobu  Sakaguchi (1962) dulu menjabat Direktur Perencanaan dan Pengembangan untuk  Square Co., Ltd. Ia adalah pencipta seri permainan Final Fantasy. Pada tahun  1991 ia diberi kehormatan menjabat Wakil Presiden Eksekutif dan tak lama  berselang ditunjuk menjadi Presiden Square USA, Inc. Pada tahun 2001, ia  mendirikan he Mistwalker, yang mulai beroperasi tiga tahun kemudian.  
 


Sakaguchi bersama-sama Masafumi Miyamoto mendirikan  Square pada tahun 1983. Permainan-permainan pertama mereka sangat tidak sukses.  Ia lalu memutuskan untuk menciptakan pekerjaan terakhirnya dalam industri  permainan dengan seluruh sisa uang Square, dan menamakannya Final Fantasy.  Permainan ini, di luar perkiraannya sendiri, ternyata melejit, dan ia  membatalkan rencana pensiunnya. Ia kemudian memulai kelanjutan permainan ini dan  saat ini telah dibuat Tiga belas permainan Final Fantasy. Setelah enam permainan  pertama dipasarkan, ia lebih berperan sebagai produser eksektuif untuk seri ini  dan juga banyak permainan Square lainnya.
 


Sakaguchi memiliki karir yang panjang dalam industri  permainan dengan penjualan lebih dari 80 juta unit permainan video di seluruh  dunia. Sakaguchi mengambil lompatan dari permainan ke film saat ia mengambil  peran sebagai sutradara film dalam Final Fantasy: The Spirits Within, sebuah  film animasi yang didasari dari seri permainan terkenalnya Final Fantasy. Akan  tetapi, film ini ternyata gagal dan menjadi salah satu film yang paling merugi  dalam sejarah perfilman, dengan kerugian lebih dari 120 juta USD yang berujung  dengan ditutupnya Square Pictures. Sakaguchi lalu diturunkan dari posisi  eksekutif Square. Kejadian ini juga mengurangi keuangan Square dan akhirnya  membawa Square bergabung dengan saingannya Enix, menjadi Square Enix. Sakaguchi  lalu mengundurkan diri dari Square dan mendirikan Mistwalker dengan dukungan  finansial dari Microsoft Game Studios.
 


Pada  tahun 2001, Sakaguchi menjadi orang ketiga yang masuk dalam Academy of  Interactive Arts and Science’ Hall of Fame. Pada bulan Februari 2005 diumumkan  bahwa perusahaan Sakaguchi, Mistwalker, akan bekerja sama dengan Microsoft Game  Studios untuk memproduksi dua permainan role-playing game untuk Xbox 360.  
 


Pelajaran berharga: Dari awal karier, beliau banyak  mengalami kegagalan, namun beliau tidak pernah menyerah hingga akhirnya  menciptakan seri “Final Fantasy” yang sangat di nantikan kehadirannya, bahkan di  puncak kariernya beliau kembali menghadapi kegagalan melalui proyek  kontroversialnya (Final Fantasy : Spirit Whitin) yang mengakibatkan penurunan  jabatan dan penutupan “Square Pictures” hingga akhirnya pengunduran dirinya dari  Square.
 


Namun  itu bukan akhir dari beliau, tapi menjadi loncatan bagi dia untuk kembali  bangkit.  

 

Read Full Post »

KEBIJAKAN INDUSTRI INDONESIA ?

 Oleh : Dr. Dermawan Wibisono

 

Proses privatisasi dan penjualan perusahaan-perusahaan Indonesia kepada pihak asing yang saat ini sedang sangat gegap gempita digalakkan dalam rangka mendapatkan dana segar untuk membenahi perekonomian Indonesia hendaknya dilakukan dalam kerangka kajian yang integratif dan komprehensif terhadap masa depan industri Indonesia dalam jangka panjang. Perlu dipilih sektor-sektor apa atau industri mana yang harus tetap menjadi milik Indonesia dan nantinya akan digunakan sebagai pusat keunggulan. Untuk itu pemerintah sewajarnya membuat kebijakan industri di masa depan yang jelas dan transparan sehingga tidak menyebabkan warga negara Indonesia, 5 – 10 tahun ke depan hanya menjadi penonton di negeri sendiri. Kebijakan industri merupakan salah satu kaki terpenting dari ketiga kaki pertumbuhan ekonomi nasional, selain dua kaki yang lain yaitu kebijakan fiskal dan moneter.

Laura D’Andrea Tyson dan John Zysman berpendapat bahwa peningkatan kekuatan kompetitif  industri-industri tertentu yang terutama mempengaruhi perekonomian nasional ditentukan oleh kebijakan yang dikeluarkan oleh negara yang kemudian diterapkan pada level perusahaan.  Oleh karena itu menjadi sangat vital bagi pemerintah untuk mempertimbangkan dan mengembangkan kebijakan  yang menyangkut pembentukan kemampuan perusahaan untuk mendapatkan keuntungan kompetitif (Tyson dan Zysman, 1983). Untuk tujuan itulah, di era Presiden Clinton, ditetapkan kebijakan industri negara yang bertujuan untuk mengamankan keuntungan kompetitif yang dinamis dalam ekonomi global bagi perusahaan-perusahaan Amerika Serikat (C. Johnson, 1984).  Hal ini dipicu oleh adanya  kesadaran baru bahwa kemampuan berkompetisi perusahaan di era globalisasi lebih merupakan masalah strategis yang terorganisir di mana pemerintah bertindak sebagai fasilitator dan bahkan pemimpin bagi industri-industri negaranya masing-masing dan hanya sedikit yang merupakan sumbangan dari produk itu sendiri yang saat ini sudah tidak mengenal batas negara dalam proses produksinya. Oleh karena itu, kebijakan industri dapat berlaku sebagai mekanisme vital yang secara permanen mengubah terminology kompetisi internasional dan mengubah struktur pasar (Thompson, 1989).

Konsep keunggulan komparatif yang dicapai melalui ketersediaan sumber daya alam, rendahnya upah buruh dan berlimpahnya pangsa pasar karena kuantitas konsumen telah lama ditinggalkan. Konsep yang lebih baru yang menyangkut keunggulan komparatif melalui kriteria-kriteria klasik lain semacam kekuatan kreativitas manusia, pengetahuan, tenaga kerja terdidik, bakat organisasi, kemampuan untuk memilih dan kemampuan untuk beradaptasi pun sudah tidak lagi difahami sebagai  sumbangsih dari alam yang tersedia dengan sendirinya, tetapi dapat dicapai melalui kualitas kebijakan publik seperti pendidikan, penelitian yang terorganisasi dan investasi dalam masalah social (C. Johnson, 1984), di samping kebijakan industri negara yang bersangkutan.

Kebijakan industri itu sendiri seharusnya bukan hanya merupakan tanggung jawab Departemen Perdagangan dan Industri semata, tetapi menyangkut lintas departemen dan lintas sektoral. Departemen-departemen di negara-negara maju saat ini bukan lagi hanya sekedar bertindak sebagai regulator saja tetapi juga menjadi fasilitator, dinamisator bahkan kreator-kreator bagi perkembangan seluruh bangsa. Dalam kerangka kebijakan industri nasional, maka job description dari pemerintah, minimal menyangkut hal-hal di bawah ini.

 

  1. Penciptaan dan eksploitasi pasar: terutama yang berhubungan dengan perdagangan antar negara (melalui sikap untuk memproteksi industri dalam negeri dan promosi ekspor) dan melalui kebijakan internal yang menyangkut monopoli, merjer dan mendukung industri-industri yang baru tumbuh.
  2. Kepemilikan industri, manajemen dan demokrasi: kebijakan pada skala sektor publik, hak-hak pekerja dan manajer, penetapan regulasi yang menyangkut kepentingan publik.
  3. Investasi untuk pabrik dan perkakas: yang menyangkut skala modal dan sumber permodalan, pemasok peralatan, distribusi geografis industri dan posisi perusahaan tersebut dalam keseluruhan peta industri.
  4. Struktur industri: mendorong investasi lokal melalui kerjasama dengan perusahaan multinasional dan mencari cara untuk menstimulasi serta memperkuat perusahaan-perusahaan kecil dan menengah.
  5. Industri baru: identifikasi area pertumbuhan yang akan datang dan menyediakan sarana pendukung yang diperlukan khususnya yang menyangkut industri masa depan semacam teknologi informasi, mikro-elektronika, bioteknologi, robot dan energi.
  6. Memfasilitasi proses restrukturisasi bagi industri-industri yang sedang surut maupun jenis-jenis usaha yang menjelang maghrib (sun set industry).
  7. Teknologi baru: mendorong penelitian dan pengembangan, diseminasi pengetahuan teknis dan ikut memperkenalkan produk-produk baru yang dihasilkan.
  8. Pemasok tenaga kerja: pendidikan dan pelatihan, yang menyangkut industri dan skil tertentu yang dapat pula dilakukan melalui pembentukan pola umum silabus untuk tujuan-tujuan khusus

 

Yang menjadi pertanyaan berikutnya adalah, lalu di bidang industri apa kebijakan harus dikembangkan? Idealnya memang seluruh tatanan industri harus tercakup dalam kebijakan tersebut. Namun jika kita telaah, ternyata begitu beragamnya area industri saat ini yang dapat dijadikan pijakan keunggulan ekonomi bangsa. Untuk bisa unggul dalam semua aspek, adalah merupakan hal yang mustahil. Menyadari hal tersebut, saat ini, banyak negara menetapkan fokus tertentu terutama yang menyangkut pengembangan teknologinya untuk mencapai keunggulan. Sebagai contoh Jepang, diantaranya, menitikberatkan pada elektronik untuk kebutuhan sehari-hari, Amerika Serikat fokus pada teknologi digital, ruang angkasa dan eksplorasi alam, Perancis menaruh perhatian besar terhadap biotechnology dan kehutanan, Inggris memberikan perhatian yang besar pada robot, medis dan bioengineering, Selandia Baru fokus pada pertanian dan peternakan, Singapura fokus pada intelejensi buatan dan pemrosesan informasi, dan Hongkong konsentrasi pada perbankan.

Lalu di bidang industri apakah Indonesia akan mengembangkan diri ?

Pertanyaan sederhana yang membutuhkan kajian kompleks untuk menjawabnya. Hal pertama yang harus dilakukan adalah menata ulang industri Indonesia dengan melakukan pengelompokan berdasarkan kriteria tertentu. Contoh pengelompokan industri adalah seperti yang dilakukan oleh Amerika Serikat  yang tertera pada Standard Industrial Classification of Industrial Activities (Central Statistical Office, 1992). Industri tersebut dikelompokan menjadi sektor-sektor: pertanian dan kehutanan; perikanan; pertambangan;  manufaktur; kelistrikan, gas, air; konstruksi, eceran, hotel dan restoran, transport, penyimpanan dan komunikasi; keuangan; real estate; administrasi publik; pendidikan; kesehatan; pelayanan sosial dan individu, dan seterusnya.

Dari list tersebut, kemudian dikaji masing-masing sumbangannya terhadap berbagai faktor seperti devisa negara, penyerapan tenaga kerja, keterkaitan dengan rantai sektor yang lain, distribusi kewilayahan dan sebagainya. Sebagai contoh, jika fokus diarahkan dalam konteks kebijakan untuk meningkatkan kemampuan kompetisi internasional, kita membutuhkan fokus pada sektor-sektor yang memproduksi secara langsung barang yang dibutuhkan dalam perdagangan internasional dan sektor yang lain menjadi aktor pendukung saja.  Sebagai contoh, Inggris telah lama memfokuskan diri pada industri inti yang berorientasi ekspor. Secara historis inti bisnis terletak pada industri manufaktur. Industri manufaktur secara luas mencakup bidang-bidang: tekstil, perkakas, moda transportasi, permesinan, baja dan logam, industri kimia, dan mineral. Fokus pada pengembangan sektor manufaktur didasari pada alasan bahwa manufaktur merupakan penyumbang ekspor terbesar Inggris yaitu 83.9 % dari keseluruhan ekspor pada tahun 1973 dan menurun menjadi 65.9 % sepuluh tahun kemudian (Foremen-Peck, 1991). Alasan kedua adalah karena industri jasa sulit diekspor dan industri manufaktur merupakan pemicu bagi pengembangan industri jasa melalui aktivitas perdagangannya.

Setelah fokus industri yang akan dikembangkan ditetapkan, maka disusunlah paket-paket kebijakan yang mendukung sektor terpilih tersebut. Paket-paket tersebut dapat terdiri dari banyak hal yang dapat mencakup kebijakan yang berkait langsung dengan industri itu sendiri maupun kebijakan yang tidak secara langsung menyangkut, namun memberikan pengaruh yang signifikan pada jangka waktu tertentu. Dalam lingkup konseptual, pemerintah dituntut untuk menyediakan lingkungan makro ekonomi yang stabil sehingga perusahaan mampu membuat perencanaan jangka panjang dengan penuh keyakinan; menciptakan pasar yang bekerja secara efisien; meningkatkan pendapatan atas pajak yang dapat mendorong perkembangan perusahaan dan memperbaiki nilai-nilai pelayanan dalam sektor publik;  menyediakan kerangka hukum/ aturan main untuk mengurangi ketidakpastian tetapi tidak menghambat inovasi. Sedangkan dalam lingkup teknis, kebijakan tersebut dapat meliputi antara lain :

 

1.    Mendukung peningkatkan pendidikan kejuruan, pelatihan dan program magang yang dimonitor oleh Departemen Perdagangan dan Industri bukan oleh Departemen Pendidikan.

2.    Mendorong inovasi melalui sistem hibah-hibah dana terbatas namun berhasil guna, menjalin hubungan yang lebih baik antara industri dan universitas

3.    Membantu industri kecil melalui perluasan jaringan bisnis

4.    Memperkuat pengembangan industri regional

5.    Peningkatan dana penelitian dan pengembangan

6.    Menetapkan target produktivitas nasional, ekspor dan pangsa pasar pada perdagangan dunia

7.     Mengelola semacam Bank Pengembangan Bisnis yang berfungsi sebagai media  pengembangan industri berprospek

8.      Menyediakan informasi dan mempromosikan praktek-praktek bisnis terbaik di dunia

Read Full Post »

Pemilu Walikota Bandung

Hari ini untuk pertama kalinya saya dan warga Bandung memilih walikota, yang berupa nyoblos ‘orang’ setelah sekian puluh tahun pemilu selalu nyoblos ‘kucing dalam karung’ karena hanya memilih satu dari tiga partai yang tersedia yang notabene adalah partai yang setali tiga uang. Karena apapun partai yang dicoblos, walikotanya ya sama itu-itu saja karena sudah diplot dalam ‘musyawarah untuk mufakat’.

Lalu apa yang menarik?

Yang menarik adalah bahwa sampai dua hari menjelang pencoblosan saya tidak mendapatkan kartu suara. Setelah menulis di milist dosen ITB, ada senior yang tetangga rumah akhirnya menolong ‘menghimbau’ RT, RW dan Satpam agar saya diberi hak saya, setelah juga terampas haknya di pilihan gubernur Jabar yang lalu.

Tapi sampai tadi pagi nyoblos, istri saya tetap tidak dapat kartu suara walau sudah kami tunjukkan KTP, Kartu Keluarga yang sah dan sudah kami peroleh dua tahun lebih lamanya. Padahal istri saya ya cuma satu itu saja. Pihak panitia tidak merespons dengan:’Ya sudah dengan bukti KTP dan KK asli, silahkan istri saya nyoblos…” tapi responsenya khas Indonesia:”Kami hanya bertugas mengijinkan orang yang punya kartu suara saja untuk nyoblos.” Lha ini memang sudah menjadi khas birokrasi dan inefektiveness semua proses di Indonesia. Buat apa bikin kartu lagi untukpilihan tingkat Walikota, DPRD, Gubernur, DPR, Presiden. Bukan hanya double biaya dan prosesnya tapi jadi berlipat kali. Belum lagi nanti akan berekses pada pmbentukan KPUD, KPU dan bara providernya….yang bisa-bisa…malah mengantarkan banyak orang lagi masuk penjara karena kasus tender-tender, korupsi, kolusi dan seterusnya. Itu barangkali yang mendasari pemugaran dan membuat penjara Sukamiskin sekarang jadi begitu indah, bagus, luas dan megah. Kontras sekali dengan bangunan SMP Negeri 17 yang terletak persis di depannya. Lha penjara kok lebih bagus daripada Sekolah. Tempat maling kakap dan koruptor kelas wahid apa memang mesti lebih bagus daripada tempat mendidik generasi muda bangsa selanjutnya ini?

Oh ya, kenapa saya ngotot mau milih setelah sekian lama jadi golput?

Karena ada isu di perumahan sebelah, bahwa yang nggak pakai haknya, hak itu ‘dibeli’ oleh oknum ke tingkat RT/ RW dengan imbalan sekian puluh ribu per suara. Jadi saya mengambil adagium: jika kita berkontribusi pada terjadinya kejahatan, maka kita sendiri sebenarnya termasuk melakukan kejahatan itu walau dalam derajad yang berbeda. Jadi kalau nanti ternyata yang menang adalah yang nggak saya pilih, dan Bandung jadi tambah jelek, saya bisa ngeles kepada orang-orang dan para malaikat bahwa saya tidak ikut memilihnya saat itu. Jadi nggak ikut bertanggung jawab dunia-akhirat.

 

Read Full Post »

Haruskah Menjadi Perusahaan Terbaik di Dunia ?

Oleh : Dr. Dermawan Wibisono

 

Lazim kita baca visi atau misi dari berbagai perusahaan di dunia saat ini yang tinggi mengawang-awang yang selalu mengandung nada ingin menjadi yang ‘ter’. Misalnya menjadi perusahaan terbaik di dunia di bidang manufaktur, menjadi pemimpin garda depan dalam usaha telekomunikasi, penyedia sistem informasi yang andal tiada bandingannya dan sebagainya. Impian atau angan-angan ideal tersebut tidak saja dinyatakan dalam visi perusahaan kelas dunia seperti di Jepang, Amerika Serikat, Inggris dan sebagainya, bahkan berbagai perusahaan di Indonesia pun banyak yang  dengan gagah berani mencanangkan visi semacam itu walaupun kondisi internal perusahaan tersebut masih amburadul baik dari segi finansial maupun dalam praktek manajemen dan sumber daya pendukungnya.

 

Tidaklah keliru berangan-angan setinggi langit, namun bercita-cita tanpa dibarengi dengan usaha nyata yang disesuaikan dengan potensi diri hanya akan membuat angan-angan tinggal angan-angan saja atau bahkan sekedar menjadi pajangan tulisan yang dipigura dan ditempel di dinding perusahaan saja.

 

Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, banyak perusahaan menjiplak kiat-kiat atau strategi maupun praktek-praktek yang dilakukan oleh perusahaan terkemuka di dunia dengan harapan akan menuai hasil yang sama dengan panutannya.  Hal ini disebabkan para manajer pelaksana tersebut biasanya tidak sabar dan selalu menginginkan hasil sesegera mungkin. Praktek-praktek penjiplakan yang tidak disesuaikan dengan kondisi internal dan lingkungan perusahaan tersebut berada biasanya tidak akan membuahkan hasil yang optimal. Bahkan sesama perusahaan di negara majupun biasanya tidak memberikan hasil yang persis sama. Berdasarkan fakta-fakta tersebut, Joshua Hammond dari American Quality Foundation mendorong para pemimpin bisnis di Amerika Serikat untuk mengembangkan pendekatan-pendekatan yang dapat memaksimalkan kekuatan budaya mereka sendiri. Strategi yang berhasil diterapkan oleh sebuah perusahaan perlu untuk disesuaikan dengan budaya organisasi yang dianut saat ini. Tidak ada resep yang manjur untuk setiap orang. Di Zytec, sebagai contoh, ke 14 point dari Demings dipilih sebagai pijakan budaya peningkatan kualitas perusahaan. Zytec menetapkan sebuah komite pengarah Deming untuk membimbing proses Deming dan bertindak sebagai advisor. Motorola, di pihak lain, mengundang banyak konsultan untuk merumuskan sistem peningkatan kualitasnya. Namun pada akhirnya, perusahaan-perusahaan tersebut memutuskan untuk mengembangkan pendekatan kualitas mereka sendiri yang cocok dengan kebutuhan mereka.

 

Sebuah study yang dilakukan terhadap para penerima penghargaan Baldrige – sebuah penghargaan praktek manajemen yang paling bergengsi di Amerika Serikat – menyimpulkan bahwa para pemenang penghargaan tersebut masing-masing memiliki sesuatu yang unik yang bertindak sebagai ‘penggerak kualitas’ yang mendorong aktivitas perbaikan performansi di tiap perusahaan tersebut. Contoh kekuatan khas dari perusahaan penerima Baldrige tersebut dapat diringkaskan seperti pada tabel 1 di bawah ini.

Tabel 1. Kekuatan Khas Penerima Penghargaan Baldrige

(Sumber : Evans dan Lindsay, 1999)

Perusahaan

Penggerak Kualitas

Fokus

IBM Rochester

Kualitas yang disetir pasar

Pelanggan merupakan titik mula dalam proses perencanaan dan perancangan

Motorola

Pengendalian proses

Pencegahan produk cacad; kualitas six-sigma

Cadillac

Pengembangan produk

Integrasi antara manufakturing dan disain, dan kerja sama dengan pelanggan dan pemasok

Xerox

Benchmarking

Persaingan dan kelas terbaik dalam proses benchmark

FedEx

Technology

Penggunaan teknologi untuk mempercepat proses dan memperbaiki pelayanan pelanggan

Milliken

Pemberdayaan dan pelibatan karyawan

Kelompok yang dapat memanage sendiri dan partisipasi aktif dari karyawan dalam bisnis

Zytec

Perencanaan strategis

Keterlibatan kelompok lintas fungsi, pelanggan dan pemasok dalam proses perencanaan

Westinghouse

Manajemen berdasarkan data dan fakta

Penggunanan sistem pengukuran untuk melacak dan memperbaiki kualitas

 

 

Tabel tersebut di atas tidak menyarankan bahwa aspek lain dalam manajemen kualitas menyeluruh dapat diabaikan. Penggerak kualitas bagi masing-masing perusahaan tersebut merupakan usaha perusahaan yang bersangkutan untuk memberikan fokus yang sesuai dengan budaya perusahaan masing-masing.

 

Penelitian yang dilakukan pada tahun 1992 oleh Erns & Young menyarankan bahwa mencoba untuk menerapkan semua sistem yang terbaik dari berbagai macam perusahaan tersebut sekaligus mungkin bukan merupakan strategi yang baik. Kenyataannya selain sangat menyita waktu juga akan menghabiskan keuangan pada hal-hal yang keliru yang mungkin tidak tepat bagi perusahaan itu sendiri.

 

Sebuah kajian mengindikasikan bahwa praktek terbaik yang sesuai untuk diterapkan oleh sebuah perusahaan sangat tergantung dari level performansi perusahaan saat ini. Dua ukuran performansi secara finansial yang lazim digunakan adalah Return On Assets (ROA= Pendapatan setelah pajak / Total aset) dan Value Added per Employee (VAE = Penjualan – ongkos material, supply dan pekerjaan yang dikontrakkan ke luar perusahaan).

 

Perusahaan yang memiliki performansi rendah, misalnya yang hanya mencapai ROA kurang dari 2% dan VAE tidak lebih dari $ 47,000 lebih baik berkonsentrasi pada hal-hal yang paling mendasar terlebih dahulu. Usaha-usaha yang perlu dilakukan oleh perusahaan yang masih dalam kategori ini termasuk misalnya melakukan identifikasi proses yang memberikan nilai tambah dan kemudian menyederhanakan proses tersebut untuk memperbaiki respons terhadap kebutuhan pelanggan dan permintaan pasar. Selain itu, pelatihan dan sistem kerja kelompok – khususnya dalam menangani komplain pelanggan – dapat memberikan perbaikan yang signifikan. Konsep-konsep yang lebih lanjut semacam self-managed teams membutuhkan waktu persiapan yang terlalu banyak yang kurang sesuai diterapkan oleh perusahaan-perusahaan yang masih berada dalam kelas ini. Penerapan benchmarking dengan kompetitor lebih tepat dilakukan oleh perusahaan di kelas ini. Jadi belum perlu untuk melakukan benchmark dengan perusahaan-perusahaan terbaik level dunia. Langkah-langkah simpel dan praktis semacam mendengarkan ide-ide pelanggan, memilih pemasok berdasarkan kriteria harga dan keandalan, membeli teknologi yang dapat menurunkan ongkos dan memberikan penghargaan kepada para pekerja digaris depan dalam penanganan kualitas merupakan langkah-langkah yang lebih konkrit dalam memberikan daya guna perusahaan dalam kelas ini.

 

Perusahaan yang memiliki performansi sedang-sedang saja – yaitu yang memiliki ROA 2 sampai 6.9 % dan VAE antara $ 47.000 sampai $ 73.999 akan mendapatkan  manfaat yang siginifikan dari penerapan praktek-praktek yang dapat memperbaiki nilai tambah bagi tiap karyawan, nilai tambah dalam waktu response terhadap pasar dan nilai tambah dalammeningkatkan kepuasan pelanggan. Tindakan yang perlu dilakukan di antaranya adalah membombong (encourage) para karyawan dari semua level untuk mencari cara terbaik bagi perbaikan pelaksanaan pekerjaan masing-masing. Pembentukan kelompok staf tersendiri yang khusus menangani pengendalian kualitas sangat disarankan. Perusahaan-perusahan dalam kelas ini juga mulai berusaha menyamai atau melebihi penguasa pangsa pasar dan perusahaan-perusahaan tingkat dunia walaupun masih dalam jumlah terbatas. Untuk menunjang hal tersebut disarankan untuk mendayagunakan masukan pelanggan, melakukan penelitian pasar secara formal dan mengembangkan ide-ide dari dalam perusahaan untuk penciptaan produk-produk baru, memilih pemasok dengan menitikberatkan pada kualitas terlebih dahulu baru kemudian pada harga barang pasokan, mencari metode untuk menggunakan fasilitas yang lebih fleksibel agar dapat memproduksi barang dengan variasi produk yang lebih luas, dan memberikan  kompensasi dasar bagi para pekerja dan manajer menengah yang memiliki kontribusi dalam kerja kelompok dan peningkatan kualitas.

 

Perusahaan dengan performansi tertinggi – dengan ROA lebih dari 7% dan VAE lebih dari $ 74,000 akan mendapatkan manfaat dari penggunaan kelompok yang dapat memanage sendiri (self-managed team) dan kelompok lintas fungsi yang berkonsentrasi pada proses-proses horisontal semacam pengembangan sistem logistik dan pengembangan produk. Pengembangan benchmarking produk, distribusi dan pelayanan pelanggan dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan terbaik di dunia akan sangat bermanfaat. Pelatihan-pelatihan tambahan, kecuali untuk yang baru direkrut, hanya memberikan nilai yang terbatas. Produk-produk baru harus didasarkan pada masukan pelanggan, benchmarking dan riset internal. Pemasok harus dipilih dengan kriteria utama berdasarkan teknologi yang diterapkan dan kualitas pasokan yang dihasilkan. Kemitraan yang strategis harus dipertimbangkan untuk melakukan diversifikasi proses manufaktur. Manajer level senior harus dilibatkan dalam rencana pemberian kompensasi bagi kerja kelompok dan peningkatan kualitas. Akhirnya perusahaan dalam kelas ini harus menyaring kembali praktek-praktek untuk memperbaiki VAE, response pasar dan kepuasan pelanggan.

 

Agar perusahaan dapat naik kelas dari yang memiliki performa rendah di bidang ROA dan VAE menjadi yang terbaik, diperlukan diagosis terhadap berbagai macam praktek peningkatan kualitas yang dilakukan perusahaan tersebut. Untuk dapat mendeteksi secara tepat, di bagian mana perusahaan dapat ditingkatkan performansinya, perusahaan harus mulai dengan melakukan penilaian terhadap diri mereka sendiri secara kritis. Penilaian seperti ini akan mengidentifikasikan kekuatan dan area perbaikan dan menentukan praktek-praktek apa yang akan memberikan manfaat optimum. Secara minimum penilaian terhadap perusahaan tersebut sebaiknya mencakup hal-hal berikut ini :

 

1.      Sejauh mana keterlibatan manajemen pada semua level terhadap praktek-praktek peningkatan kualitas menyeluruh.

2.      Apakah produk yang dihasilkan memenuhi kebutuhan pelanggan? Apakah produk tersebut mudah diproses ?

3.      Adakah sistem pengendalian yang kuat yang berkonsentrasi pada pencegahan cacad produk bukan terhadap penghilangan cacad setelah produk dibuat?

4.      Apakah setiap orang di perusahaan mengerti siapa pelanggannya? Sejauh mana komunikasi terjalin antara pelanggan dan pemasok?

5.      Apakah pelaksanaan peningkatan kualitas berjalan sesuai dengan skenario ? Apa saja  hasil yang harus dicapai dalam skenario tersebut ?

6.      Apakah setiap karyawan secara aktif terlibat dalam proses-proses perbaikan ?

7.      Siapakah yang dapat menjamin dalam perusahaan tersebut bahwa setiap karyawan  mengerti pekerjaan mereka dan memiliki ketrampilan yang sesuai dengan kebutuhan ? apakah karyawan dilatih dalam teknik-teknik perbaikan kualitas ?

8.        Bagaimana umpan balik dari hasil-hasil proses peningkatan kualitas dikumpulkan,  diolah serta digunakan ?

 

Dengan melakukan pemetaan terhadap ROA dan VAE serta menerapkan diagnosis internal perusahaan diharapkan perusahaan yang bersangkutan dapat mendeteksi posisinya dalam dunia persaingan serta memiliki titik pijak dalam proses perbaikannya. Sehingga jangan sampai hanya mencanangkan visi menjadi sebatas angan-angan yang hanya akan membuat frustrasi seperti pungguk merindukan bulan.

Read Full Post »