Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘garis’

Garis Batu dan Garis Kapur

Pada suatu hari, lebih dari sepuluh tahun yang lalu, di dalam flat berukuran 54 meter persegi yang terletak di Brunswick Road, Melbourne Australia, saya menghadiri sebuah pengajian di mana sang penceramah mengutarakan analogi sederhana dari sebuah pemahaman masalah yang pelik, yaitu tentang takdir. Beliau mengatakan bahwa pada dasarnya takdir terbagi dua yaitu garis batu dan garis kapur. Garis batu adalah apa yang sudah tertulis dan pasti terjadi, di mana manusia tak akan bisa mengubahnya. Sedangkan garis kapur adalah garis perjalanan hidup manusia yang dapat diubah manusia dengan berbagai daya upaya. Ingatan gambaran sepuluh tahun lalu itu menjelma jelas dalam pikiran melihat berbagai kejadian di tanah air dalam skala besar maupun kecil. Saat pemilu presiden, para calon dengan yakin melangkah bahwa menjadi presiden adalah garis kapur. Sehingga dengan bantuan berbagai media, promosi, pembentukan opini masyarakat, dan sebagainya, para calon itu dengan yakinnya maju untuk mencalonkan diri. Dan semua sudah tahu hasilnya, bahwa keyakinan akan kemenangan diri, tidak cukup untuk mengubah garis batu yang diyakini sebagai garis kapur itu. Dalam skala yang lebih kecil, berbagai pemilihan itu akan kita saksikan dan mungkin akan kita alami. Sudah tentu dalam berbagai ajang pemilihan di manapun, yang namanya tebar pesona, konspirasi, menohok kawan seiring, menggunting dalam lipatan, kemunafikan, dan yang lebih dari itu akan tergambar jelas. Inilah ajang di mana akan tampak sifat asli manusia yang pandai merangkai kata: membungkus booking jabatan dengan dalih untuk kemsalahatan, menginjak kaki kawan menggunakan kaki lawan bersama, memproklamirkan diri sebagai penuh welas asih sedangkan taring-taring tajamnya siap menerkam urat leher kawan seiring. Sungguh sebuah tatanan pergaulan yang amat melelahkan. Tak ada lagi saling percaya, keikhlasan untuk kebaikan, boro-boro menjadi rahmatan lil alamin. Namun ada satu yang dilupakan, bahwa pancaran sinar mata tak dapat menyimpan dusta. Perjalanan waktu dan intensitas pergaulan mempertajam alarm dan sinyal akan pesan-pesan yang disampaikan. Jika semuanya telah menjadi garis batu, segala upaya manusia dengan berbagai trik dan keculasan tak akan ada artinya. Hidup hanyalah sebuah sendau gurau. Akan diisi komedi slapstick atau membuat orang lain tertawa bahagia, semua terserah pada masing-masing aktor. Hidup adalah panggung sandiwara. Jangan kira kita tak menangkap dusta dan kepura-puraan di sana.

Iklan

Read Full Post »