Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘jakarta’

1. Buku Akademis

 

Riset Bisnis

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2003)

Pengarang: Dr. Dermawan Wibisono

Cocok bagi: Mahasiswa Ekonomi, Manajemen, Bisnis, Teknik Industri dan Praktisi

Manajemen Kinerja: Konsep, Desain dan Teknik Meningkatkan Daya Saing Perusahaan

Penerbit: Erlangga (2006)

Pengarang: Dr.Dermawan Wibisono

Cocok bagi: Praktisi (direktur & manajer) & akademisi (S1,S2,S3, di bidang Manajemen, Bisnis, Ekonomi, Teknik Industri)

2. Fiksi

Sang Juara: Teka-teki Hilangnya Shirley

Penerbit: Zip Book (MQ group) – 2008

Pengarang: Dr. Dermawan Wibisono

Cocok bagi: anak-anak SD, SMP dan orang tua.

Genre: Drama-petualangan

Setting cerita: Inggris

Gading-gading Ganesha (3G): Bahwa Cinta Itu Ada

Penerbit: Ganesha Creative Industri & Mizan (2009)

Cocok bagi: SMU, Mahasiswa, pekerja, ibu rumah tangga

Genre: Drama-Komedi-kejuangan-ketokohan-religi

Setting cerita: Trenggalek, Siantar, Bandung, ITB, Jakarta, Padang, Surabaya, Melbourne

Menggapai Matahari

Menggapai Matahari

Penerbit: Sedang dalam proses evaluasi penerbit untuk terbit 2010

Pengarang: Dr. Dermawan Wibisono

Genre: drama-kejuangan-persahabatan-ketokohan-cinta

Cocok bagi: anak SD,SMP, SMU, Universitas, Pekerja, ibu rumah tangga

Setting: Semarang, London, Surabaya

Iklan

Read Full Post »

STOP PSTOP PRESS:

After waiting for 4 months in processing of publication, Novel 3 G: Gading-Gading Ganesha, Bahwa Cinta Itu Ada‘ is now available at Ganesha Creative Industry Incorporation.

You can have it by contacting Mrs. Indri at (022) 250 1006 at Pusat Inkubator Bisnis ITB, Jl. Ganesha 15 F Bandung or buy it online at http://www.tokoganesha.com or email to pib@inkubator.itb.ac.id in the blogspot: 3gcinta.blogspot.com.

Check it out which characters in the novel are closest or represent you mostly. This is a drama-comedy with background of ITB from 1970-2009 and Australia.

Novel & Film3G

Novel & Film3G

Sinopsis:

Novel 3G merupakan mozaik perjalanan hidup enam anak manusia berlatar belakang etnik yang beragam: Slamet (Trenggalek), Fuad (Surabaya), Poltak (Siantar), Gun Gun (Ciamis), Ria (Padang) dan Benny (Jakarta) yang dipersatukan saat keenamnya masuk ITB. Kisah dimulai dengan keberangkatan masing-masing tokoh dari daerah asalnya dengan berbagai moda. Banyak kejadian lucu yang dialami dan berbagai tempaan fisik dan mental yang dijalani. Aktivitas akademis, seni dan politik praktis membentuk sosok lulusan yang semula culun menjadi teruji dan percaya diri. Dalam satu masa semuanya menggapai apa yang diinginkan sesuai dengan kadar usahanya setelah jatuh bangun dalam berbagai perjuangan: drop out dari kuliah, tak punya cukup uang untuk sekedar makan, kandas menjadi seorang pengusaha, gagal dalam percintaan, menikah di usia yang tak lagi muda, ditinggal mati orang yang dicintai, sakit saat jauh dari orang tua, konflik batin saat harus mengambil keputusan penting dalam hidup dam karir, dan berbagai godaan dan cobaan saat harus teguh memegang etika dan martabat diri dan institusi. Tak ada hero yang suci di dunia, semua pernah mengalami putaran roda kehidupan, ada kalanya di atas, seringkali di bawah, bahkan ada saatnya harus tergilas roda itu sekalian. Bertemu lagi bertahun kemudian, mereka menghitung kembali bahwa sudah terlalu banyak nikmat diserap, melewati titik nol atau bahkan minus saat mereka masuk ITB, banyak waktu tersia-siakan oleh kesibukan yang self interest dan ternyata tidak banyak karya nyata dan kontribusi mereka berikan ke masyarakat dan kepada bangsa yang telah mensubsidi sekolah mereka. Timbul kesadaran untuk membangun negeri dengan menjadi pelopor membangun jaringan seluruh alumni dan orang-orang yang sepaham dari berbagai universitas untuk membuat karya nyata, menanggalkan primordialisme baju alumni, dengan satu tekad: kelas menengah adalah agen perubahan di manapun di dunia ini. Perubahan kepemimpinan dunia kepada tokoh-tokoh yang berkarakter semacam Ahmad Dinejad, Barack Obama, Che Guevara, dan kesuksesan Muhammad Yunus dengan Grameen Banknya memberikan inspirasi untuk meretas jalan membangun pengabdian kepada bangsa. Hidup tak dapat diputar ulang, sekali berarti sesudah itu mati!

Apa kata mereka:

“…. seru banget ceritanya! Gak secara langsung ngedikte tapi tetep dapet pelajaran hidup yangg ngena banget… Jadi pengen juga bikin novel yang bisa jadi inspirasi buat mahasiswa ya..he…he…he…“ (Priscilia Audy, mahasiswi FE UNPAD 2007)

 “Kala sebagai Rektor ITB saya beranjangsana ke Pesantren Rancabango, Garut dan dalam kata sambutannya Sang Kiyai, pemimpin PonPes menyampaikan kalimat singkat yang mengandung pesan dan sindiran halus yaitu ‘Hendaknya warga kampus dan alumninya itu senantiasa menjunjung dua nilai luhur yaitu kahartos lan karaos bagi masyarakat’. Pesan singkat agar dimengerti dan bermanfaat ini sejatinya adalah manifesto dari tridarma ITB. Saya bahagia menyambut terbitnya Novel Mas Dermawan Wibisono berjudul 3G — Gading Gading Ganesha ini yang jelas sejalan dengan pesan Sang Kiyai pada kita semua. Kain batik hadiah Ibunda tercinta kini bermetafor menjadi sebuah novel 3G. The best is yet to come.” (Kusmayanto Kadiman, Rektor ITB 2001 – 2004, Menteri Riset dan Teknologi, 2004-2009)

”Inovasi dan inspirasi adalah dua hal yang saling berpautan satu sama lain. Tiada inovasi tanpa inspirasi, dan inovasi yang tercipta seharusnya menjadi sumber inspirasi bagi orang-orang cerdas untuk memicu inovasi yang baru. Novel Gading-Gading Ganesha sarat dengan inspirasi yang akan memantik beragam inovasi kreatif yang akan menghadirkan gelora hidup penuh makna bagi siapa saja yang membacanya. Memang tidak gampang untuk merepresentasikan sosok mahasiswa dan alumni ITB. Mereka adalah pribadi-pribadi yang datang dari berbagai latar belakang sosial budaya maupun kehidupan ekonomi. Namun percayalah, satu kesamaan yang mereka miliki adalah bahwa mereka manusia yang kritis dan mandiri, penuh percaya diri (acapkali sangat tinggi), cinta almamater, bangsa dan negara. Semoga kita dapat bercermin dari apa yang ditampilkan dalam Gading-Gading Ganesha.” (Ir.Hatta Radjasa, Ketua Ikatan Alumni ITB 2008 – 2013, Menteri Perhubungan 2004-2006, Menteri Sekretaris Negara 2006-2009)

Novel yang bagus sekali, menyentuh, dengan message yang kuat. Penulis mengangkat periode waktu kehidupan di kampus yang dialaminya, yang walaupun berbeda dengan era sebelum dan sesudahnya, dapat menjadi representasi dari sikap kepekaan/ kepedulian mahasiswa terhadap kondisi nasional maupun global di setiap zamannya. Untuk kekinian dan visi ke depan, merupakan penggalian yang serasa satu irama dengan napas anak bangsa (Budiyati Abiyoga, Produser Film).

Membaca 3G ini seperti merefleksikan perjalanan hidup kita di ITB dengan segala dinamikanya yang membentuk kepribadian alumnus ITB dalam berkiprah di masyarakat. Harapan kita adalah agar karya DR. Dermawan Wibisono ini dapat memberi inspirasi bagi kemajuan civitas academica ITB dalam memajukan ITB dan Republik tercinta (Rinaldi Firmansyah, Direktur Utama PT. Telekomunikasi Indonesia, tbk.)

“Novel 3G mengandung unsur pembelajaran berupa bagaimana toleransi antar budaya yaitu antara suku Batak, Sunda, Jawa, dan budaya kota besar (Jakarta) harus dijalankan pada saat kuliah di ITB. Pendidikan karakter juga tercermin di dalamnya di mana mahasiswa ITB dididik untuk bermartabat, bersaudara, berbeda pendapat, bersaing…..termasuk bersaing untuk mendapatkan seorang wanita. Satu hal yang perlu diangkat dari novel 3G bahwa tidak semua lulusan ITB sukses, kegagalan mungkin terjadi pada siapapun tak terkecuali juga lulusan ITB, namun lulusan ITB tetap tegar dalam menghadapi kegagalan”. Prof. Ir. Sofia W. Alisjahbana, M.Sc., Ph.D. (Wakil Rektor Bidang Akademik, Universitas Tarumanagara)

 Novel yang menggelitik dari segi humanis & semoga memberikan inspirasi bagi insan ITB bahwa mereka juga manusia biasa yang dapat mengalami pasang surut dalam mengarungi kehidupan & tidak terus terbuai, hidup dalam dunia “awang-awang” pribadi karena ke-ITBannya (Tuning Hendrastuti, alumni UGM & PPM, praktisi SDM)

Read Full Post »

Stop Press!

cover_novel_3g1

Segera terbit Novel baru berjudul 3G (Gading-Gading Ganesha) dengan genre drama komedi mengambil setting ITB yang memotret pergulatan kehidupan para pelakunya yang berlatar belakang etnik beragam dari 5 suku bangsa Indonesia (Jawa, Sunda, Batak, Padang, Betawi).

Novel yang juga segera akan difilmkan ini insya Allah akan siap edar paling lambat awal Juli 2009, dengan jumlah halaman 424. Dicetak oleh Mizan dan diterbitkan oleh Ganesha Creative Indonesia.

Selain sebagai sarana ikut membangun karakter bangsa juga ikut memberikan sumbang saran bagi pemecahan krisis multi dimensi yang dihadapi bangsa.

Novel ini bukan propaganda atau penokohan pada figur tertentu juga bukan merupakan biografi, tetapi fiksi semiasosiatif . Dengan setting kejadian Bandung, Jakarta, Trenggalek, Siantar, Padang, Melbourne, Surabaya.

No pornografi

Novel mengambil periode kejadian 1980 an – 2009. Ditulis oleh Dermawan Wibisono, yang akan ditransfer dalam skenario film oleh Arya Gunawan (Eks ketua Dewan Juri FFI, BBC, Unesco) dan disutradarai oleh Ki Sujiwo Tejo.  Film rencananya akan dilaunch ke publik November 2009, dengan produser Budiyati Abiyoga, sebagai persembahan alumni ITB kepada almamaternya, ITB yang berulang tahun ke 50 dan persembahan kepada masyarakat Indonesia.

Daftar Isi

 

1.      Berlian Masa Depan

2.      ITB! ITB! ITB!

3.      Indonesia Furniture Incorporated

4.      Eforia

5.      Demonstrasi di Segala Cuaca

6.      Riak-riak di Perjalanan

7.      Bunga Cinta Lestari

8.      Dilema

9.      Ijazah  untuk  Orang Tua

10.  Kereta Kehidupan

11.  Di Melbourne Cintaku Berlabuh

12.  Good Bye My Love

13.  Survival

14.  What friends are for

15.  Pelangi Kehidupan

16.  Saatnya Memberi

Read Full Post »