Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘sekolah’

Alhamdulillah, dalam sidang terbuka, 27 Februari 2014, telah lulus dari program doktor SBM ITB, lulusan yang pertama  Dr. Anton Mulyono Azis, dia adalah bimbinganku yang pertama dan menjadi lulusan pertama dari program SBM ITB setelah menempuh 5 tahun study…Penantian yang lama yang butuh kesabaran, intensitas, kerja keras….(dalam foto dari kiri ke kanan: Dr. Mursyid Hasan Basri, Dr. Anton Mulyono Azis, Prof. Dermawan Wibisono)

Anton_2

Iklan

Read Full Post »

PR Anak SD di Inggris

 

Kebetulan di meja saya tergeletak satu tugas dari sekolah untuk mengisi
liburan musim panas bagi anak yang akan masuk SD kelas 1. Jadi anak tersebut
sudah mendapatkan treatment serupa di sekolah semasa reception class
(barangkali sama dengan nol besar di Indonesia).
Secara ringkas, tugas tersebut adalah sbb:

Reading:
– Mendorong anak untuk membaca buku-buku, majalah, koran dan leaflet-leaflet
  supermarket
– Mendiskusikan isi buku yang mereka baca, tanyakan pada anak-anak karakter
  dan apa yang terjadi dalam cerita itu dan bagaimana mereka dapat mengubah
  babak akhir cerita itu.

Writing:

– ingatkan mereka untuk menulis kalimat, menggunakan huruf besar dan titik.
– Dorong anak-anak untuk membuat cerita yang dapat mereka ceritakan    

  (mungkin anak dapat cerita secara oral, tapi untuk menuliskannya biasanya  

   kesulitan di awal usia sekolah)
– Dorong anak untuk menggambarkan objek, orang-orang atau sekitarnya. Mulai
  gunakan kata penghubung seperti karena, kemudian, pada akhirnya, dsb.

Spelling:
– Mereka perlu untuk berlatih mengeja setiap minggu (ini yang sering
   kecampur antara mengeja secara ‘Indonesia’ dan ‘English’).

Matematika:

– menghitung sampai 100
– Konsep double, tambah, kurang,
– Konsep puluhan dan satuan
– kali dan bagi dengan 2, 5, dan 10
– Konsep setengah dan seperempat
– Nama bangun 2 dimensi maupun 3 dimensi
– Mengenal uang
– Mengenal ukuran: panjang, berat
– Membaca waktu/ jam

Demikian sementara ini yang bisa saya share dari segi content pelajaran umum
di SD-UK.

Read Full Post »

Sekelumit: SD di Inggris

 

Di England, anak masuk klas 1 SD sudah diwajibkan dapat membaca dan menulis. Padahal anak-anak ini masuk SD sangat dini sekali, umur 5 tahun. Jadi umur 3 tahun sudah masuk Nursery dan 4 tahun masuk tahap Reception. Berbeda dengan pengalaman sewaktu di Australia, dimana masih banyak anak-anak kelas 4 SD yang membaca pun masih megap-megap. Jadi biasanya anak Indonesia yang bersekolah SD di Australia menjadi champion, sekembalinya di Indonesia
menggeh-menggeh dan banyak yang nggeblag….kalau pas jalan di tempat yang licin, maksudnya……..Eh tapi ini bener, cukup banyak sampel anak teman-teman yang bersekolah di Australia mengalami hal ini.

Di England, Nursery hanya belajar dari jam 09.00 – 12.30.Yang Reception sudah ndina muput (itu bahasa inggrisnya, bahasa jawanya fullday: 09.00 – 15.30) dengan break minum juz dan makan siang. Anak yang masuk reception, syarat utamanya sudah harus dapat mengurus diri sendiri: ke toilet, makan dengan sendok, cuci tangan, dst. Di reception ini mulai diajarkan baca, nulis, dan main komputer dengan topik sederhana (nge-print gambarnya dsb).

Beberapa waktu lalu saya membaca berita bahwa sebenarnya kurikulum pendidikan di Indonesia itu disusun dengan mempertimbangkan kurikulum di USA, Jerman dan England. Saya sempat mengamat-amati, tampaknya untuk beberapa hal memang mirip antara yang diterima anak saya di SD dengan yang diajarkan di Indonesia. Kebetulan, ada rekan yang nglungsuri buku panduan Matematika (2A, 2B, 2C dsb), dan Bahasa Indonesia yang dipakai di SD Al Azhar – Jakarta. Sewaktu saya bandingkan dengan pelajaran yang diterima anak saya, tampaknya tingkat kesulitan untuk bidang matematika hampir sama. Kalau yang bahasa Indonesia, pasti lebih sulit yang di Al Azhar itu,..karena anak saya nggak diajari Bahasa Indonesia di Inggris….he..he… guyon aja senengnya.

Secara keseluruhan materi pengajaran tidak banyak, tetapi pemahaman dan penghayatannya bagus sekali. Misalnya untuk materi science, anak-anak disuruh mengamati berbagai macam benda bergerak, ya anaknya di bawa ke taman mainan (ayunan, prosotan, kuda-kudaan, dst). Disuruh nggambar di alam terbuka (jadi gambarnya enggak melulu gunung kembar – sungai dan matahari).Dibawa ke hutan untuk menanam bibit-bibit pohon – agar cinta lingkungan. Sudah diajarkan juga penggunaan komputer dan pengenalan internet.


Ada test nasional yang meliputi English dan Math pada level tertentu: Key Stage 1 (Kelas 2) dan Key Stage 2 (lupa saya, kalau gak salah kelas 6).Yang menarik, di English test, anak ditest materi Reading, Comprehension,Writing, dan Speaking. Jadi semacam IELTS test itu. Ya pantes aja ya…orang Inggris skor IELTS nya tinggi-tinggi, lha sudah latihan duluan sejak kelas 2 SD sih……..Kita mah nunggu beasiswa ada dulu, baru latihan khan….he..he…cari  alesan aja ya, orang Indonesia kalau kalah.

Hal lain lagi yang menarik adalah, jika dalam national test itu anak-anak dapat mencapai skor di atas rata-rata national, maka anak dapat lompat kelas. Jadi dari kelas 2 tidak harus ke kelas 3, langsung ke kelas 4.

Read Full Post »